Di pengungsian itu, para warga tampak menempati ruang utama gedung, sebagian beristirahat di atas alas darurat, sebagian lain duduk di teras sambil menunggu kondisi di rumah mereka membaik.
Saat meninjau pengungsi, Luthfi nampak berdialog dengan warga dan secara simbolis menyerahkan bantuan kepada pengungsi. Total bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk penanganan banjir Demak mencapai Rp 236.985.411, yang berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, dan PMI Jateng.
Seusai menyapa warga, Luthfi menggelar rapat terbatas (ratas) untuk mengatasi persoalan tersebut. Dalam rapat itu juga diikuti oleh Bupati Demak Eisti'anah dan jajaran terkait.
Luthfi menegaskan penanganan banjir Demak tidak bisa dilakukan parsial. Namun perlu ditangani secara komprehensif.
"Kita mengatasi banjir ini tidak bisa parsial. Dari hulu sampai hilir itu harus dituntaskan," kata Luthfi, dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/4/2026).
Bersamaan dengan upaya penanganan menyeluruh itu, kebutuhan dasar warga terdampak harus tetap dipenuhi.
"Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi, mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya tidak boleh ketinggalan," ujar Luthfi.
Salah seorang warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur Musri'ah menyatakan ia herus mengungsi karena rumahnya terdampak adanya banjir tersebut.
Musri'ah menjelaskan saat itu air datang sangat cepat saat tanggul tak lagi mampu menahan arus.
"Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB, saya di rumah. Tiba-tiba airnya mengalir deras sekali dari tanggul, lama-lama jebol," beber Musri'ah.
Menjelang sore, air terus naik hingga warga dievakuasi dengan perahu.
"Setelah Asar kami dijemput perahu, waktu itu airnya udah setinggi dada," ujar Musri'ah.
Sebagai informasi, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4) itu berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, dengan jumlah pengungsi tercatat 2.839 jiwa. Titik terdampak tersebar di Kecamatan Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
(akd/ega)





