Bencana banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menyusul jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang mengakibatkan air meluap ke pemukiman warga. Hingga Sabtu 4 April 2026, banjir dilaporkan terus meluas hingga merendam delapan desa di empat kecamatan, menyebabkan sejumlah kawasan terisolir dan ratusan warga terpaksa mengungsi.
Salah satu wilayah yang mengalami kondisi mengkhawatirkan adalah Kampung Solowire, Kecamatan Guntur, di mana ketinggian air mencapai 1 meter dengan arus yang cukup deras. Akses menuju pemukiman yang terputus membuat kampung ini terisolir, sehingga petugas harus mengerahkan perahu untuk mengevakuasi warga.
Baca juga: Tanggul Sungai Tuntang Jebol, 2.839 Warga Demak Mengungsi
Tim relawan gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan berbagai unsur masyarakat terus melakukan upaya penyelamatan di tengah kepungan air. Proses evakuasi menjadi prioritas utama petugas di lapangan mengingat banyaknya warga yang terjebak di dalam rumah.
Dampak dari jebolnya tanggul ini terus meluas seiring dengan bertambahnya jumlah warga yang harus meninggalkan rumah mereka. Hingga berita ini diturunkan, jumlah pengungsi dilaporkan telah mencapai 583 jiwa.
BPBD Demak bersama relawan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan untuk memastikan keselamatan warga, sembari menyalurkan bantuan logistik ke posko-posko pengungsian yang telah disediakan. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air jika curah hujan kembali meningkat di wilayah hulu.




