Produsen Mobil Berlomba-lomba Luncurkan EV Baru ke Pasar AS di Tengah Gejolak Harga Energi

idxchannel.com
19 jam lalu
Cover Berita

Para produsen mobil berlomba-lomba memperkenalkan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Pameran Otomotif New York.

Produsen Mobil Berlomba-lomba Luncurkan EV Baru ke Pasar AS di Tengah Gejolak Harga Energi. (Foto: Forbes)

IDXChannel - Para produsen mobil berlomba-lomba memperkenalkan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terbaru di Pameran Otomotif New York pada Rabu (1/4/2026).

Padahal permintaan konsumen lesu dan terjadi penurunan tajam dalam penjualan setelah kredit pajak kendaraan listrik sebesar USD7,500 (sekitar Rp127,3 juta) dihapus.

Baca Juga:
Jerman Produksi 1,67 Juta Mobil Listrik pada 2025, Rekor Terbanyak

Para produsen mobil listrik mengakui menghadapi pasar EV AS yang lebih sulit, tetapi kenaikan harga bensin dalam beberapa minggu terakhir telah memicu minat baru.

Kia menyatakan akan mulai menjual EV3 dengan harga lebih rendah di Amerika Serikat (AS) akhir tahun ini, dilansir dari Reuters (3/4/2026).

Baca Juga:
Lamborghini Batalkan Produksi Mobil Listrik Mewah, CEO: Permintaannya Hampir Nol

Sementara Subaru menawarkan EV tiga baris baru bernama "Getaway" yang dapat menampung tujuh penumpang. SUV EV keluarga dari pabrikan mobil Jepang itu akan mulai dijual akhir tahun ini atau tahun depan, model EV keempatnya di pasar AS.

GM sendiri baru-baru ini mulai menjual Chevrolet Bolt EV yang harganya mulai dari USD27,600 (sekitar Rp469 juta) setelah menghentikan produksi generasi sebelumnya pada 2023.

Baca Juga:
Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga BBM, Dealer Mobil Listrik Kebanjiran Pembeli

Aliansi untuk Inovasi Otomotif, sebuah kelompok perdagangan yang mewakili GM, Ford, Toyota Motor, Volkswagen, Hyundai, Stellantis dan produsen mobil besar lainnya, mengatakan  penjualan EV mencapai 9,6 persen dari total penjualan di AS pada 2025 tetapi turun menjadi 6,5 persen dalam tiga bulan terakhir - terendah sejak awal 2022 - setelah kredit pajak EV sebesar USD7,500 (sekitar Rp127,3 juta) berakhir pada 30 September.

CEO Hyundai Motor, Jose Munoz, mengatakan bahwa seiring kenaikan harga bahan bakar, khususnya di California, perusahaan telah melihat tren peningkatan penjualan EV, "bukan didorong oleh regulasi, tetapi didorong oleh kondisi pasar."

Produsen mobil tersebut telah merevisi rencananya untuk memasukkan lebih banyak produksi kendaraan hibrida.

Sementara itu, manajer umum Divisi Toyota di Toyota Motor North America, David Christ, mengatakan bahwa produsen mobil Jepang tersebut akan memperkenalkan tiga kendaraan listrik di AS tahun ini, dan kenaikan harga bahan bakar akan memberikan dorongan penjualan.

Saat ini, EV dinyatakan mencakup 2,5 persen dari total kendaraan ringan yang beroperasi di AS. Penjualan EV mencapai 10,2 persen dari total penjualan kendaraan pada 2024.

Reporter: Eugenia Siregar

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Sulsel 5 April 2026, Hujan Guyur Sejumlah Wilayah
• 14 jam laluterkini.id
thumb
AS Evakuasi Pilot Usai Jet Tempur Ditembak Jatuh Iran
• 6 jam laludetik.com
thumb
ITERA: Benda angkasa viral lintasi langit Lampung sampah antariksa 
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Momen Pergantian Pasukan Jaga Istana 5 April 2026
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gagal di Asia, Jan Olde Riekerink Realistis! Dewa United Kini Fokus Tembus 6 Besar BRI Super League
• 21 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.