jpnn.com, TANGERANG - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak berharap keluarga para prajurit yang terjun dalam misi perdamaian di Lebanon, tetap tenang menghadapi situasi saat ini.
Sebab, kata Maruli, para prajurit di Lebanon lebih tahu tindakan yang harus dilakukan agar tetap dalam kondisi aman.
BACA JUGA: Panglima TNI Dijadwalkan Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi di TMP Cikutra Bandung
"Ya, enggak usah risau sebetulnya, mereka juga sebetulnya tahu apa yang harus dilakukan," kata dia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4).
Toh, kata Maruli, setiap prajurit yang terjun dalam misi tetap memiliki risiko masing-masing, termasuk mereka dalam tugas di Lebanon.
BACA JUGA: Menlu Terima Laporan Terbaru dari Lebanon, 3 Prajurit TNI Kembali Mengalami Luka-Luka
"Ya, yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik. Saya kira itu, ya," ujarnya.
Diketahui, Indonesia menjadi negara yang cukup banyak mengirim pasukan perdamaian dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
BACA JUGA: Jenazah 3 Prajurit TNI Tiba di Indonesia, Prabowo Hadir Kasih Penghormatan Terakhir
Indonesia pada Mei 2026 bakal merotasi sekitar 756 anggota TNI yang selama ini bertugas di Lebanon meski ada tiga prajurit gugur saat menjalankan misi perdamaian.
Maruli mengatakan TNI AD berdukacita karena Indonesia kehilangan tiga prajurit terbaik saat menjalankan misi perdamaian.
"Beliau-beliau ini putra-putra terbaik kami yang memang kami pilih dulu untuk berangkat penugasan peacekeeping," kata dia.
Maruli mengatakan Indonesia dan PBB bakal memberikan santunan bagi prajurit yang tewas dalam misi perdamaian.
"Ya, saya kira itu sudah pasti secara rutin dari internal kami juga ada, saya yakin dari PBB juga ada," katanya.
Diketahui, personel penjaga perdamaian Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Praka Farizal Rhomadon, gugur akibat serangan artileri Israel di Lebanon, Minggu (29/3).
Belakangan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi gugurnya dua personel TNI lainnya pada Senin (30/3) ini, yakni Kapten Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Apa Motif Pembunuhan-Mutilasi Pegawai Ayam Geprek di Bekasi?
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan




