Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq Saksikan Kerja Sama PSEL, Makassar Siap Kelola Sampah Jadi Energi

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Makassar, tvOnenews.com - Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq menyaksikan perjanjian kerjasama (PKS) Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL), di Makassar, Sulawesi Selatan.
 
Penandatanganan PKS PSEL ini, dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan dihadiri Pemerintah Provinsi dan Kota Makassar, serta Pemerintah Kabupaten Maros dan Gowa, juga pihak Danantara.
 
"Atas saran Bapak Presiden, kita semua kemudian mendukung pembangunan waste to energy atau pengelolaan sampah menjadi energi listrik atau PLTSa atau PSEL," kata Hanif usai penandatanganan MOU PSEL, di Makassar, Sabtu (4/4/2026).
 
Hanif mengatakan pengelolaan ini diharap mampu memotong generasi dari pengelolaan sampah di tiga Kabupaten Kota, yakni Makassar, Maros, dan Gowa.
 
"Jadi selama ini sampah legacy yang cukup banyak, kemudian timbunan sampah yang hampir mencapai 2.000 ton per day untuk 3 kabupaten-kota tadi, maka penyelesaian yang paling cepatnya tentu waste to energy," katanya.
 
Perjanjian kerjasama terkait proyek PSEL ini sebelumnya dilakukan di daerah Tamalanrea kota Makassar, namun mendapat penolakan dari masyarakat setempat, dan pemerintah harus mengikuti Perpres 109 terkait PSEL.
 
"Ditender ulang. Wajib ya, Jadi Pak Gubernur juga meyakinkan kita, kita juga ini perintah perpres 109, semua kontrak yang sudah ada wajib diakhiri. Itu pasalnya bunyi demikian. Sehingga Pak Gubernur pasti akan taat," ujarnya.
 
Sementara itu,  Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin mengatakan bahwa pihaknya mengakhiri perjanjian dengan pemenang tender sebelumnya, karena adanya proses peralihan Perpres 109
 
"Ini yang paling pertama adalah ada pengakhiran perjanjian dengan pemenang tender yang sebelumnya," ujarnya.
 
Menurutnya, pengelolaan sampah di Kota Makassar sendiri kurang lebih 800 ton perhari, dan masih bisa di maksimalkan, meski ada tambahan angkutan yang akan masuk dari gowa sebanyak 150 ton per hari dan Maros 50 ton per hari.
 
"Karena kapasitas angkut yang dibiliki pemerintah kota Makassar itu cuma di angka 67%, sehingga memang harus dimaksimalkan untuk menambah kemampuan untuk daya angkut ini," ujanrnya.
 
Munafri Arifuddin mengatakan bahwa segala persyaratan teknis akan dimaksimalkan untuk bisa memastikan bahwa area di TPA Tamangapa ini menjadi area yang bersyarat untuk dijadikan lokasi pembangunan pembangkit listrik, energi listrik dari sampah.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kabar Gembira! Dean Zandbergen yang Cetak Hattrick di Liga Belanda Ternyata Sudah Dihubungi PSSI untuk Dinaturalisasi dan Gabung Timnas Indonesia
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kostum Karina aespa bermasalah saat bawakan "Rich Man"
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Wasit Asing Pimpin Laga PSM vs Persis di Parepare
• 22 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Tangan Menenangkan, Hati Terluka: Bahaya Compassion Fatigue Pada Perawat
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Jenazah Kopda Farizal Tiba di Rumah Duka Kulon Progo, Tangis Keluarga Pecah
• 14 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.