RI Desak Investigasi Atas Serangan ke 3 Prajurit TNI di Lebanon

cnbcindonesia.com
16 jam lalu
Cover Berita
Foto: Upacara penghormatan militer untuk tiga penjaga perdamaian UNIFIL yang tewas di Lebanon, di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). (Instagram/prabowo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia menuntut agar dilakukan investigasi secara menyeluruh penyerangan terhadap prajurit perdamaian di Lebanon.

Tiga prajurit Indonesia gugur saat sedang bertugas sebagai pasukan perdamaian yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Ketiganya adalah almarhum Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar; almarhum Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan; dan almarhum Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.


"Kita menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian," kata Menteri Luar Negeri Sugiono, usai menghadiri upacara pelepasan tiga prajurit TNI yang gugur di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4) malam.

Baca: Menlu Kutuk Keras Serangan Terhadap 3 Tentara Perdamaian RI di Lebanon

Investigasi menjadi keharusan karena tidak seharusnya pasukan perdamaian mendapat serangan. Sugiono menegaskan harus ada jaminan keamanan bagi para prajurit penjaga perdamaian.

"They are peace keeping, not peace making. Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ini," kata Sugiono.

Ia juga menekankan para penjaga perdamaian dilengkapi dan dilatih untuk menjadi perdamaian pada situasi damai. Untuk itu, ia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengevaluasi lagi keselamatan para prajurit penjaga perdamaian di mana pun berada, khususnya di UNIFIL.

Baca: Peringatan di Balik Gugurnya Prajurit TNI Anggota UNIFIL di Lebanon

Sugiono menyampaikan duka atas gugurnya tiga prajurit bangsa: "Kita semua mengucapkan dukacita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Berharap dan berdoa semoga para kusuma bangsa ini arwahnya diterima di sisi Tuhan yang Mahakuasa dan keluarganya diberi kesehatan dan kesabaran dalam menghadapi musibah ini."

Sebelumnya, perwakilan Indonesia di Dewan Keamanan (DK) PBB juga meminta untuk diadakan rapat luar biasa. Indonesia mengutuk keras serangan terhadap para prajurit penjaga perdamaian.

"Terima kasih karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menyampaikan rasa duka, amarah, dan frustrasi 285 juta penduduk Indonesia. Kami yakin, perasaan ini juga dirasakan oleh seluruh warga dunia yang memandang pasukan perdamaian sebagai simbol harapan dan perdamaian," ujar Wakil Tetap Indonesia untuk PBB, Umar Hadi, dalam pernyataannya di rapat darurat DK PBB di New York, beberapa waktu lalu.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: PBB Angkat Bicara Soal Penyebab Gugurnya 2 TNI RI di Lebanon

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panglima TNI Pimpin Pemakaman Mayor Zulmi di TMP Cikutra Bandung, Isak Tangis Keluarga Pecah
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Stok Beras Nasional Tembus Rekor, Pemerintah Genjot Hilirisasi dan Distribusi
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Gratifikasi Akar Korupsi, Ini Barang yang Wajib dan Tidak Dilaporkan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lahirkan Atlet Muda, GAMKI Pematangsiantar Gandeng UHN Siantar dan FKGOR Gelar Fun Run 10 KM
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Arus Balik Libur Paskah, Contraflow Diberlakukan di KM 55-47 Tol Japek
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.