Jakarta, tvOnenews.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, langsung disemprot oleh jurnalis asal Belanda. Hal ini beriringan dengan kekalahan yang diderita oleh Ajax Amsterdam di Liga Belanda.
Paes telah menjadi andalan skuad Garuda pada FIFA Series 2026 yang digelar pada jeda internasional Maret lalu. Dia bermain dalam satu laga melawan St Kitts and Nevis yang berujung kemenangan 4-0 dalam laga itu.
Namun, Paes kemudian dicadangkan untuk laga final melawan Bulgaria. Pelatih John Herdman lebih memilih untuk menurunkan Emil Audero dalam laga itu.
Kini Paes telah kembali kepada klubnya, Ajax Amsterdam. Dia masih bisa dimainkan karena selamat dari kasus paspor yang membuat empat pemain Timnas Indonesia dilarang bermain di Liga Belanda.
Paes tetap dimainkan oleh Ajax pada pertandingan melawan FC Twente pada Minggu (5/4/2026) dini hari tadi WIB. Namun, De Amsterdammer menderita kekalahan dengan skor 1-2.
Gol Ramiz Zerrouki telah membuat Twente unggul sejak menit ke-18. Wout Weghorst sempat menyamakan skor di menit ke-32, namun Bart van Rooij membuat keadaan kembali berbalik untuk Twente pada menit ke-79.
Ini menjadi kekalahan pertama Ajax di bawah asuhan Oscar Garcia. Namun, itu mengembalikan memori buruk setelah kekalahan 1-3 dari Groningen pada awal Maret yang membuat Fred Grim dipecat.
Maarten Paes di bawah sorotan setelah laga ini. Jurnalis Belanda, Niels Opdam, menyebut bahwa sang kiper Timnas Indonesia itu tidak sesuai dengan kualitas Ajax.
Kehadirannya di skuad ibu kota Belanda sedari awal bukanlah untuk menjadi kiper utama. Namun, Paes diandalkan sebagai kiper utama setelah Vitezslav Jaros mengalami cedera.
“Pernyataan: Maarten Paes tidak punya kualitas untuk menjadi kiper utama Ajax,” demikian pernyataan yang didiskusikan di media Belanda, Ajax Showtime.
Niels Opdam menilai bahwa Paes adalah kiper yang medioker. Dia hanya cocok untuk menjadi kiper kedua di Ajax, bukan kiper utama.
“Saya sepenuhnya setuju dengan itu. Dia sama sekali tidak memiliki level untuk menjadi kiper pilihan utama Ajax. Ketika dia direkrut, saya pikir: logis, sebagai kiper kedua tidak masalah. Tetapi sekarang karena keadaan tertentu dia menjadi kiper pilihan utama, Anda dapat melihat bahwa dia biasa-biasa saja dalam menguasai bola dan terkadang membuat pilihan yang tidak dapat dipahami,” kata Niels Opdam, dilansir Ajax Shotwtime.




