Ribuan Warga Irak di Baghdad Gelar Aksi, Kecam Serangan AS dan Israel ke Iran

kompas.tv
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPASTV - Ribuan orang berkumpul di Lapangan Tahrir, Baghdad, pada hari Sabtu (4/4/2026) untuk mengecam perang antara Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran serta serangan terhadap negara-negara Islam lainnya di kawasan tersebut.

Para demonstran membawa bendera Irak dan meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika dan Israel seperti, “Tidak untuk Amerika. Tidak untuk Israel.”

Aksi demonstrasi ini diserukan oleh ulama Syiah hingga warga Baghdad yang mengajak para pendukungnya untuk berkumpul dan mengecam agresi Amerika Serikat dan Israel di Iran serta di kawasan.

“Hari ini, sesuai dengan instruksinya, demonstrasi berlangsung damai dan hanya bendera Irak yang diperbolehkan dibawa. Loyalitas dan seruan hanya untuk Irak. Jadi, identitas nasional berada di atas segalanya, dan Irak dijaga sepenuh hati, setinggi-tingginya nilai di mata kami,” ujar Hussein Ali, seorang peserta dari Baghdad.

Warga Irak di Baghdad dan berbagai provinsi lainnya secara rutin menggelar aksi dan kegiatan solidaritas untuk mendukung Iran dalam menghadapi serangan dari Amerika Serikat dan Israel.

Sahabat KompasTV, mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi ter-update KompasTV di televisi Anda pada channel 11 di perangkat TV digital atau set top box. Satu langkah lebih dekat, satu langkah makin terpercaya!

Video Editor: Lintang

Penulis : Yuilyana

Sumber : Kompas TV

Tag
  • irak
  • iran
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1.500 Personel TNI-Polri Siaga Amankan Kunjungan Wapres Gibran di Kupang
• 15 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Berawal dari Cekcok di Karaoke, Pria di Padang Nekat Tikam Teman Hingga Tewas
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
RX King-Vario Adu Banteng di Flyover Ganefo, 1 Tewas
• 7 jam lalurealita.co
thumb
BNPB siapkan bantuan logistik di masa tanggap darurat bencana Ternate
• 55 menit laluantaranews.com
thumb
DPR Minta Respons Cepat Gempa Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Evakuasi Jadi Prioritas Utama
• 6 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.