Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kecaman keras atas insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon. Kepala negara menilai tindakan tersebut sebagai serangan keji yang mencederai upaya menjaga stabilitas dunia.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Sabtu malam (4/4/2026), Prabowo menyampaikan duka mendalam atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa yang sedang mengemban tugas kemanusiaan di bawah panji UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).
"Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa," ujar Prabowo.
Presiden menegaskan pengorbanan para prajurit tidak akan dibiarkan berlalu tanpa penghormatan yang layak. Pemerintah, kata dia, akan memastikan jasa mereka tetap dikenang sekaligus menjaga kehormatan para personel yang gugur dalam tugas negara.
Selain menyampaikan belasungkawa, Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan meneruskan semangat perdamaian yang telah dicontohkan para prajurit tersebut.
"Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa," ucapnya.
Tiga anggota TNI yang gugur dalam misi itu adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Ketiganya merupakan bagian dari Kontingen Garuda Indonesia yang bertugas bersama pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan mereka, pemerintah memberikan kenaikan pangkat luar biasa anumerta. Prosesi penghormatan terakhir juga digelar secara militer di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, saat jenazah ketiganya tiba di Tanah Air pada Sabtu petang.
Dalam prosesi yang berlangsung khidmat, tiga peti jenazah tampak diselimuti bendera Merah Putih, sementara keluarga, terutama para istri almarhum, duduk di barisan depan mendampingi upacara penghormatan. Presiden hadir langsung untuk bertakziah dan memberi salam penghormatan terakhir kepada para prajurit.
Kepergian tiga prajurit tersebut kembali mengingatkan besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik, sekaligus menjadi simbol pengabdian TNI dalam menjaga perdamaian dunia. (nba)




