Waka Komisi IX DPR Minta SPPG Bikin 72 Siswa di Jaktim Keracunan Ditutup

detik.com
14 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, mengapresiasi langkah cepat BGN menangani keracunan MBG di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Charles mendorong sanksi penutupan permanen SPPG yang menyebabkan keracunan.

"Kami mengapresiasi langkah cepat BGN dalam menangani kasus keracunan Makan Bergizi Gratis di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Namun demikian, sanksi berupa suspensi atau pembekuan sementara bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2 sama sekali tidak cukup untuk menjawab seriusnya dampak yang ditimbulkan," kata Charles kepada wartawan, Minggu (5/4/2026).

Charles menegaskan SPPG yang lalai hingga menyebabkan siswa keracunan harus ditutup permanen dan dicabut izin operasionalnya. Menurutnya hal ini harus menjadi standar penegakan bagi BGN.

"Kami menegaskan bahwa setiap SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan pangan harus ditutup secara permanen dan dicabut izin operasionalnya, tanpa pengecualian. Kebijakan ini tidak boleh bersifat kasuistik atau terbatas pada satu kejadian saja, melainkan harus menjadi standar penegakan hukum dan pengawasan nasional," ujar Charles.

"Penutupan permanen adalah bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus instrumen efek jera agar seluruh penyelenggara SPPG mematuhi standar keamanan pangan secara disiplin dan konsisten," tambahnya.

Baca juga: BGN Minta Maaf Buntut 72 Siswa di Jaktim Diduga Keracunan Spageti MBG

Ia menyebut sanksi penutupan permanen bisa menjadi peringatan bagi SPPG yang lain.

Charles juga meminta BGN melakukan audit investigatif terhadap seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi makanan, serta memastikan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) di semua titik layanan MBG. Ia tak ingin kejadian yang sama terulang.

"Sanksi penutupan permanen harus menjadi peringatan keras bagi seluruh penyelenggara agar tidak bermain-main dengan keselamatan rakyat," ujarnya.

Komisi IX, katanya, akan mendorong penguatan fungsi pengawasan lapangan dengan melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara lebih intensif dan sistematis di setiap unit layanan gizi. "Skema pengawasan preventif harus diperketat agar program strategis nasional ini benar-benar memberikan manfaat gizi, bukan justru menimbulkan risiko kesehatan bagi generasi penerus bangsa," tambahnya.

Baca juga: 72 Siswa di Pondok Kelapa Jaktim Diduga Keracunan Spageti MBG

Diketahui, sebanyak 72 orang siswa dari empat sekolah diduga keracunan spageti menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). Para siswa tersebut tengah dirawat di tiga rumah sakit rujukan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek penanganan para korban di RSKD Duren Sawit, Jaktim. Pramono ingin memastikan penanganan berjalan dengan baik.

"Seperti kita ketahui bersama, ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa Dua," ucap Pramono di Duren Sawit, Sabtu (4/4/2026).




(dwr/gbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PPRE Raih Kontrak Proyek Bauksit Antam Senilai Rp870 Miliar
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
QuranTime: Alat Kiblat Islam, Langsung Pakai Tanpa Install
• 14 jam lalukatadata.co.id
thumb
Persija Pede Meski Tampil Tanpa Top Skor Emaxwell di Markas Bhayangkara Sore Ini
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Semen Padang Vs Persib
• 5 jam lalubola.com
thumb
Sisi Romantis Aries yang Jarang Diketahui Banyak Orang
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.