JAKARTA, KOMPASTV - Pengamat intelijen dan keamanan UI, Stanislaus Riyanta, mengatakan Iran kini mulai mengetahui kekuatan lawannya dalam konflik terkini.
“Dalam hal ini, Iran tidak hanya unggul secara teknis karena mampu menembak jatuh F-15 tetapi juga dalam perang propaganda. Mereka memobilisasi masyarakatnya, yang kemudian membangkitkan kekuatan emosional publik Iran. Ini menjadi pukulan serius bagi Amerika yang sebelumnya mengklaim memenangkan perang ini,” kata Stanislaus dalam program Sapa Indonesia Pagi, Minggu (5/4/2026).
Terkait pilot jet tempur AS yang masih dalam pencarian, ia menyebut terdapat ketidakpastian tinggi mengenai lokasi, namun wilayah tersebut dikuasai Iran.
Menurutnya, Iran konsisten dalam menghadapi konflik dan tidak akan mundur.
“Kalau kita melihat, kedua negara ini berbeda. Warga Iran mendukung negaranya, sementara warga AS tidak sepenuhnya mendukung Donald Trump. AS melawan Iran berarti melawan ideologi. Tekanan apa pun, Iran akan melawan,” ujarnya.
Sementara itu, ahli kajian wilayah AS UI, Suzie Sudarman, mengatakan kelompok neokonservatif akan sangat memengaruhi keputusan Trump.
“Apa mungkin mereka mau kalah? Jika mereka memiliki pandangan bahwa negara lain yang menjadi pesaing nyata harus disingkirkan. Jika Israel mengalami kehancuran besar, maka pilihan terakhir bisa saja penggunaan senjata nuklir,” kata Suzie.
Sahabat KompasTV, mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi ter-update KompasTV di televisi Anda pada channel 11 di perangkat TV digital atau set top box. Satu langkah lebih dekat, satu langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Lintang
Baca Juga: Waspada Banjir Pesisir Jakarta 5–9 April 2026, BMKG Ingatkan Potensi Rob saat Purnama
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- jet tempur as
- iran
- israel





