Prosesi pemakaman Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (5/4).
Almarhum dimakamkan secara Islam dengan upacara militer yang dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Suasana haru tak terbendung saat istri almarhum, Hanadita Anjani (26), menangis di depan pusara sang suami.
Setelah prosesi pemakaman, ia melantunkan doa sambil mengusap foto almarhum.
Hanadita didampingi orang tua, mertua, putri semata wayangnya yang masih berusia 8 bulan, serta adik laki-laki Serka Ichwan. Keluarga tersebut tampak saling menguatkan.
Serka Ichwan meninggalkan seorang istri dan satu anak yang masih bayi. Ia merupakan prajurit TNI dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL yang gugur dalam tugas di Lebanon.
Almarhum juga dikenal sebagai bintara perawat yang bertugas di Kodam IX/Udayana.
Sosok Gigih Sejak KecilKakak sepupu almarhum, Sumarno, mengatakan menjadi tentara adalah cita-cita yang diperjuangkan sejak kecil.
"Almarhum ini anak yatim ditinggalkan sejak kecil. Sangat gigih dalam mengejar cita-citanya menjadi tentara," ujar Sumarno.
Setelah lulus SMP, almarhum melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Kodam IV/Diponegoro.
"Ayahnya memang meminta dia menjadi anggota TNI. Dia juga berkeinginan menjadi anggota TNI khususnya di bagian kesehatan," jelas dia.
Sumarno mengenang almarhum sebagai sosok yang baik dan berdedikasi tinggi. Ia juga memiliki semangat besar saat mendapat tugas ke Lebanon.
"Anak ini memang selalu berjuang di mana pun. Dia ditugaskan di Lebanon dengan sangat semangat sekali," kata Sumarno.





