Perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
IDXChannel - PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) memperoleh persetujuan untuk melakukan konversi utang kepada PT Sarana Steel (SS) melalui skema rights issue.
Persetujuan tersebut didapat dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 31 Maret 2026.
Seiring dengan aksi korporasi tersebut, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 1 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham.
“Pemegang saham menyetujui penambahan modal perseroan melalui penerbitan maksimal 1 miliar saham dengan HMETD dalam rangka penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD),” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis (3/4/2026).
Dana yang diperoleh dari rights issue ini akan digunakan untuk melunasi utang pokok dan bunga perseroan kepada SS, sekaligus memperkuat modal kerja.
Berdasarkan catatan, total kewajiban BAJA kepada SS mencapai Rp445,33 miliar, yang terdiri dari utang pokok sebesar Rp317,56 miliar dan bunga Rp127,76 miliar.
Utang tersebut bersumber dari Perjanjian Kredit tertanggal 3 Oktober 2011 dengan nilai awal pinjaman sebesar USD20,6 juta, yang telah beberapa kali diperpanjang hingga jatuh tempo terbaru pada 3 Oktober 2026.
Dalam skema penyelesaiannya, SS akan mengambil bagian dalam PMHMETD I melalui mekanisme konversi utang menjadi saham (debt to equity swap) senilai USD20,6 juta untuk pelunasan pokok. Sementara itu, pelunasan bunga dilakukan menggunakan dana tunai hasil rights issue.
Dari kesepakatan tersebut, SS juga menyetujui penghentian perhitungan dan penagihan bunga sejak 19 Februari 2026 hingga proses konversi piutang menjadi saham rampung.
Adapun jumlah final saham yang diterbitkan, harga pelaksanaan, serta rincian penggunaan dana akan disampaikan lebih lanjut dalam prospektus PMHMETD I.
Dalam aksi korporasi ini, salah satu pemegang saham pengendali, Ibnu Susanto, yang memiliki 16,45 persen saham, bersama SS sebagai pihak terafiliasi, akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer).
(DESI ANGRIANI)





