Makna Paskah Kardinal Suharyo: Keluar dari Kegelapan Menuju Terang

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo, memaknai perayaan Paskah sebagai momentum refleksi perjalanan iman sekaligus sejarah bangsa Indonesia. Dalam pesannya, ia menganalogikan kebangkitan Kristus sebagai proses "eksodus" atau perpindahan dari masa kegelapan menuju terang yang relevan dengan dinamika tanah air.

“Paskah itu selalu berarti eksodus, keluar dari perbudakan menuju tanah terjanji. Atau secara simbolik, keluar dari kegelapan menuju terang,” kata Kardinal Suharyo usai memimpin Misa Paskah Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 5 April 2026.
 

Baca Juga :

Misa Paskah di Gereja Katedral Jakarta Berlangsung Khidmat dan Ketat

Kardinal menjelaskan bahwa sejarah Indonesia memiliki kemiripan dengan perjalanan umat Allah dalam Kitab Suci, yang bergerak dari belenggu penjajahan menuju kemerdekaan. Ia mencontohkan tonggak sejarah seperti Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga puncaknya pada Proklamasi 1945 yang menetapkan Pancasila sebagai dasar negara.

Meski telah merdeka, Kardinal Suharyo menilai perjalanan bangsa tidak sepenuhnya mulus. Ia menyoroti momentum Reformasi 1998 yang seharusnya menjadi titik balik pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), namun hingga kini efektivitasnya masih sering dipertanyakan.

“Sejak 1998 hingga sekarang, usaha memberantas KKN sering dipertanyakan. Bahkan, muncul dampak lanjutan seperti kekerasan, kerusakan lingkungan, dan kebohongan publik,” ujarnya.

Menurutnya, situasi tersebut berdampak langsung pada masyarakat sipil. Salah satunya terlihat dari menurunnya daya beli yang memukul aktivitas ekonomi kecil. 


Ribuan jemaat Katolik memadati Gereja Katedral Jakarta untuk melaksanakan Misa Paskah pada Minggu, 5 April 2026. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Namun, ia menegaskan bahwa semangat Paskah tidak mengajarkan umat untuk meratapi keadaan, melainkan tetap berjuang dengan iman, harapan, dan kasih.

Kardinal Suharyo juga memberikan apresiasi terhadap gerakan masyarakat yang konsisten menjaga kecintaan pada tanah air demi kehidupan bersama yang lebih baik.

“Kita berharap, dengan keyakinan iman dan semangat sebagai bangsa, pada waktunya nanti kita dapat kembali lebih dekat kepada cita-cita kemerdekaan,” ujar Kardinal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Usul Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun Demi Kesetaraan Pendidikan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Keluarga Mendiang Serka Muhammad Nur Ichwan Mendapat Bantuan Rumah dari Pangdam Udayana
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
ASN WFH Hari Jumat, Bakom Tegaskan Bukan Libur, Tak Boleh Matikan Perangkat Komunikasi!
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Cara Mengenali Orang yang Tidak Kompeten Dilihat dari Ucapannya Menurut Ilmu Psikologi
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Suasana Haru di Lanud Adisutjipto, Sultan HB X dan Wakil Panglima TNI Sambut Jenazah Farizal
• 8 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.