Perankan Biarawati di Yohanna, Laura Basuki Cerita Pengalaman Spiritual di Sumba

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Aktris Laura Basuki mengungkap pengalaman spiritual yang ia rasakan saat memerankan sosok biarawati dalam film Yohanna.

Menurutnya, setiap proyek film selalu membawa makna tersendiri, namun pengalaman di film ini terasa berbeda karena membuka sudut pandang baru tentang kehidupan.

“Sebenarnya setiap film selalu membawa pengalaman spiritual yang berbeda-beda. Terutama di film ini, membuka kacamata aku melihat bagaimana realita di Sumba,” ujar Laura Basuki saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat.

Selama proses syuting, Laura melihat langsung berbagai kondisi sosial yang sebelumnya belum pernah ia temui. Ia menyoroti bagaimana masih ada anak-anak yang harus bekerja hingga tidak bisa mengenyam pendidikan secara layak.

“Ada anak-anak di sana yang terpaksa bekerja sampai nggak sekolah, terus banyak juga yang akhirnya ikut joki kuda. Itu sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelumnya,” lanjutnya.

Pengalaman tersebut membuat Laura tidak hanya menjalani peran sebagai aktris, tetapi juga belajar memahami realitas kehidupan yang lebih luas.

Ia pun berharap kondisi perekonomian masyarakat di Sumba dapat terus membaik ke depannya.

“Jadi aku melihat sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelumnya dan ya semoga ke depannya keadaan bisa semakin membaik ya perekonomian di sana,” tuturnya.

Sementara itu, sutradara Robby Ertanto mengungkap alasan memilih Laura Basuki sebagai pemeran utama.

Menurutnya, proyek film ini membutuhkan aktor dengan kualitas akting yang kuat, mengingat proses produksi yang dilakukan dalam waktu singkat.

“Kita butuh aktor yang benar-benar berkualitas karena syuting cuma 10 hari. Setelah kita lihat, cuma Laura yang bisa mewakili semua karakter up and down-nya Yohanna,” ujar Robby.

Ia menilai kredibilitas dan kemampuan Laura dalam mendalami karakter menjadi alasan utama di balik pemilihannya. Bahkan, Robby mengakui bahwa mengajak Laura untuk bergabung dalam proyek ini bukan hal yang mudah.

“Susah banget. Kayaknya hampir semua film pengennya Mbak Laura juga,” katanya.

Melalui film Yohanna, Robby berharap penonton dapat melihat lebih dekat realitas yang ada di Indonesia, khususnya di Sumba, baik dari sisi budaya maupun kehidupan sosial masyarakatnya.

“Kita pengen penonton Indonesia bisa melihat lebih dekat realitas yang ada, belajar tentang kultur, situasi, dan kehidupan di sana,” jelasnya.

Di sisi lain, Laura menilai film ini tidak hanya berbicara tentang agama, tetapi juga menyampaikan pesan yang bersifat universal. Ia menyebut perjalanan karakter Yohanna sebagai refleksi pergolakan batin yang pada akhirnya membawa seseorang menemukan kembali tujuan hidupnya.

“Pesannya sebenarnya universal, tentang bagaimana seseorang yang mengalami pergolakan batin akhirnya menemukan kembali purpose hidupnya,” tutup Laura.

Film Yohanna dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 April 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hyaluronic Acid Jadi Kunci Kulit Lembap dan Sehat, Ini Cara Perawatan yang Tepat
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Escape 3 Jam dari Jakarta: Menikmati Laut Biru dan Jejak Krakatau di Tanjung Lesung
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
KSAD Maruli Jamin Keamanan dan Keselamatan Prajurit TNI di Lebanon
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Prediksi Semen Padang vs Persib Bandung, Head to Head dan Susunan Pemain
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
BGN Ungkap Penyebab 72 Siswa Duren Sawit Mengalami Keracunan: Makanan Tidak Segar
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.