Seruan Perdamaian dari Katedral Jakarta di Tengah Gejolak Global

suarasurabaya.net
11 jam lalu
Cover Berita

Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo Uskup Agung Jakarta menyampaikan pesan reflektif tentang kondisi dunia yang tengah dilanda konflik, perang, dan ketegangan geopolitik.

Di tengah situasi tersebut, dia meyakini harapan kemanusiaan tidak pernah benar-benar padam.

“Ketika kita berjumpa dengan kekuatan kegelapan, yang tampil di dalam pemimpin-pemimpin yang gelap mata dunianya, akan menjadi seperti ini. Tapi saya yakin di tengah-tengah kegelapan itu, selalu ada. Kalau pun bukan terang besar, tetapi lilin kecil yang menerangi kemanusiaan itu,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Kardinal Suharyo mengaitkan pesan tersebut dengan seruan Paus Leo XIV yang secara konsisten mendorong perdamaian dunia dan penghentian konflik bersenjata.

Menurutnya, Paus bahkan mengajak Umat Katolik di seluruh dunia untuk berdoa setiap hari demi terwujudnya perdamaian global.

“Bahkan beliau mengajak kami semua Umat Katolik seluruh dunia, setiap hari berdoa untuk perdamaian dunia dan harapan beliau sebelum Paskah perang selesai, ternyata tidak terjadi,” katanya.

Pelaksanaan Misa Pontifikal di Gereja Katedral Jakarta pada Minggu (5/4/2026) pagi. Foto Lea Citra suarasurabaya.net

Lebih lanjut, Kardinal Suharyo menegaskan bahwa peperangan tidak pernah menghasilkan manfaat bagi umat manusia.

Sebaliknya, konflik hanya membawa kerusakan yang luas, baik terhadap lingkungan maupun kehidupan manusia secara keseluruhan.

“Perang yang berlangsung sekarang ini, dengan segala macam hal yang mengerikan itu, adalah pelanggaran terhadap hukum internasional. Oelanggaran terhadap deklarasi PPB,” katanya.

“Jadi buahnya apa? Tidak ada buahnya. Yang ada adalah akibat yang sangat buruk bukan hanya bagi dunia, bagi bumi, tetapi juga bagi umat manusia,” tegasnya.

Kardinal Suharyo menyoroti sikap tegas Paus terhadap para pemimpin dunia yang membenarkan perang. Dia bilang, Paus menyampaikan peringatan keras bahwa doa para pemimpin yang mendukung konflik tidak akan dikabulkan.

“Oleh karena itu, bahkan dengan kata-kata yang sangat keras mengenai perang, beliau mengatakan bahwa doa para pemimpin yang memaklumkan perang, tidak akan didengarkan oleh Tuhan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Keuskupan Agung Jakarta juga terus menggaungkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Melalui rangkaian ibadah di Katedral Jakarta, umat diajak untuk melakukan pertobatan ekologis sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap alam ciptaan Tuhan. (lea/saf/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Semen Padang Vs Persib
• 6 jam lalubola.com
thumb
Situasi Lebanon Memanas, KSAD: Prajurit Tahu Apa yang Harus Dilakukan
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Utang Pinjol Tak Dibayar, Ini Akibatnya!
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Video: Industri Penunjang Belum Siap, PR RI Kembangkan PLTS-Geothermal
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Megawati: Hari Raya Paskah momentum menghayati semangat pengorbanan
• 9 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.