Infrared Sauna hingga Cryotherapy, Intip Yuk Cara Recovery Setelah Olahraga

herstory.co.id
11 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Gaya hidup aktif yang semakin banyak dijalani perempuan urban di Indonesia menuntut keseimbangan antara latihan dan pemulihan tubuh. Di tengah rutinitas olahraga yang konsisten, banyak individu masih menghadapi keluhan seperti pegal berkepanjangan, kelelahan yang datang terlalu cepat, hingga tubuh yang belum siap kembali beraktivitas pada hari berikutnya.

Dalam perspektif kedokteran olahraga, kondisi tersebut umumnya bukan disebabkan oleh kurangnya latihan, melainkan proses recovery yang belum optimal. Aktivitas fisik intens memicu ketegangan otot, kelelahan sistem saraf, serta peradangan ringan pada jaringan tubuh. Jika tidak ditangani dengan strategi pemulihan yang tepat, akumulasi stres fisik ini dapat menurunkan performa, mengganggu konsistensi latihan, dan meningkatkan risiko cedera.

Dokter spesialis kedokteran olahraga di Seraphim Medical Center, dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.K.O., menegaskan bahwa recovery merupakan bagian krusial dalam siklus latihan.

“Tanpa fase recovery yang tepat, adaptasi otot dan peningkatan performa yang kita harapkan dari latihan justru bisa terhambat. Pemulihan yang direncanakan dan dipantau medis membantu tubuh kembali siap untuk sesi berikutnya,” jelas dr. Nahum.

Salah satu metode pemulihan yang digunakan adalah infrared sauna, yakni terapi panas dengan gelombang inframerah yang mampu menembus jaringan lebih dalam dibandingkan sauna konvensional. Mekanisme ini membantu meningkatkan sirkulasi darah, mempercepat distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan otot, serta memberikan efek relaksasi.

Sejumlah studi menunjukkan bahwa sesi infrared sauna setelah latihan dapat membantu mengurangi nyeri otot dan mendukung pemulihan performa neuromuskular.

“Infrared sauna bekerja dengan meningkatkan suhu jaringan lebih dalam, sehingga membantu relaksasi dan pemulihan otot usai aktivitas fisik intens,” ungkap dr. Nahum.

Selain terapi panas, metode cryotherapy juga digunakan dalam proses pemulihan. Terapi ini memanfaatkan paparan suhu dingin ekstrem dalam waktu singkat untuk memicu respons fisiologis tubuh, termasuk membantu mengurangi peradangan, pembengkakan, serta nyeri otot dan sendi.

“Paparan dingin membantu mengontrol inflamasi dan memberikan efek analgesik alami. Dalam konteks olahraga, cryotherapy sering digunakan untuk mempercepat pemulihan sehingga tubuh bisa kembali berfungsi optimal dalam waktu lebih singkat,” jelasnya.

Kombinasi infrared sauna dan cryotherapy dinilai memberikan pendekatan recovery yang lebih seimbang, dengan menggabungkan efek relaksasi dari panas dan kontrol inflamasi dari suhu dingin. Pendekatan ini dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh, intensitas latihan, serta tujuan kebugaran masing-masing individu.

Di Seraphim Medical Center, strategi pemulihan dilakukan melalui pendekatan kedokteran olahraga terintegrasi berbasis evidence. Setiap individu menjalani evaluasi komprehensif sebelum menjalani program, meliputi riwayat aktivitas fisik, kondisi otot dan sendi, pola tidur, tingkat stres, hingga faktor metabolik.

Berbagai modalitas seperti infrared sauna, cryotherapy, hingga terapi pendukung lainnya diterapkan secara terarah dan berada dalam pengawasan dokter spesialis. Recovery tidak lagi diposisikan sebagai respons ketika tubuh sudah lelah, melainkan sebagai bagian strategis dalam menjaga performa jangka panjang.

Selain itu, tersedia pula program Fit to Sport & Performance, yakni program persiapan fisik komprehensif bagi individu yang ingin kembali berolahraga setelah jeda, meningkatkan intensitas latihan, atau mempersiapkan kompetisi. Program ini diawali dengan assessment menyeluruh untuk mengidentifikasi potensi risiko cedera, ketidakseimbangan otot, gangguan pola gerak, serta kesiapan metabolik tubuh.

“Peningkatan performa tidak hanya soal latihan lebih keras, tetapi memastikan tubuh benar-benar siap secara struktural dan metabolik. Dengan evaluasi yang tepat, risiko cedera bisa ditekan dan adaptasi latihan menjadi lebih optimal,” tambah dr. Nahum.

Dalam praktiknya, recovery diposisikan sebagai investasi jangka panjang.

“Latihan membangun stres terkontrol pada tubuh. Recovery yang tepat memungkinkan tubuh beradaptasi dan menjadi lebih kuat. Tanpa fase ini, peningkatan performa bisa terhambat, bahkan berisiko menimbulkan cedera,” tutup dr. Nahum.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mini Soccer Fun Match Perkuat Solidaritas Relawan MBG di Labuhanbatu
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Vivo T5 Pro Bawa Baterai 9.020 mAh, Tipis dan Siap Gaming 120 FPS
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Penyidikan Rampung, Berkas Perkara Bos PT Blueray Dilimpahkan ke Penuntut Umum
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Serangan Iran ke Distrik Utara Israel, Usai Truk Peluncur Rudal Balistik Diserang | KOMPAS PETANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Studi Stanford Ungkap Bahaya Sering Curhat dan Minta Nasihat ke AI
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.