Perayaan Misa Paskah di Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (5/4/2026), dipimpin Romo Christophorus Katijanarso, CM.
Dalam khotbahnya, Romo Christophorus menjelaskan kata “Paskah” berasal dari bahasa Ibrani, yaitu “pesah” yang berarti “lewat”.
“Paskah itu dari kata pesah, artinya lewat. Lewat dari penderitaan, lewat dari hukuman, menuju keselamatan,” ujarnya kepada umat.
Dia menuturkan, makna Paskah berakar dari tradisi bangsa Israel, yang merayakan syukur atas hasil panen sekaligus perlindungan dari malapetaka.
“Paskah itu awalnya adalah syukuran, karena mereka lewat dari penyakit dan hama. Itu pesta syukur bangsa Israel,” jelasnya.
Romo Christophorus kemudian mengaitkan peristiwa pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir sebagai inti dari makna Paskah.
“Saat itu darah domba dioleskan di pintu, sehingga ketika malaikat lewat, mereka tidak terkena tulah. Itu maknanya selamat, dilewati dari hukuman,” katanya.
Peristiwa itu diikuti pembebasan Bangsa Israel yang dipimpin Nabi Musa keluar dari Mesir, termasuk mukjizat terbelahnya Laut Merah.
“Itu tanda bahwa Tuhan membebaskan umat-Nya. Mereka lewat dari perbudakan menuju kebebasan,” serunya.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa peristiwa tersebut menjadi simbol bagi umat Kristiani tentang pembebasan dari dosa, yang dalam iman Katolik dimaknai melalui pembaptisan.
Romo Christophorus menjelaskan, makna Paskah mencapai puncaknya dalam kisah sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Dia bilang, wafat dan kebangkitan Yesus menjadi tanda pembebasan manusia dari dosa dan jalan menuju keselamatan. (mar/saf/rid)




