Trump Klaim 2 Pilot F-15E yang Jatuh di Iran Berhasil Diselamatkan

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (5/4) mengumumkan dua pilot berhasil diselamatkan dari wilayah Iran dalam operasi berani di tengah ancaman eskalasi perang.

Penyelamatan pilot AS di Iran ini terjadi saat konflik Timur Tengah memanas dan Trump memberi ultimatum 48 jam kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan.

Trump mengatakan pasukan operasi khusus AS mengevakuasi pilot kedua yang jatuh di wilayah pegunungan Iran setelah jet tempur F-15E mereka ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran. Pilot tersebut dilaporkan mengalami luka namun dalam kondisi stabil.

“Dalam beberapa jam terakhir, militer Amerika Serikat melakukan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah,” kata Trump, dilansir Reuters.

“Dia terluka, tapi akan baik-baik saja,” tambahnya.

Pilot itu merupakan kru kedua dari pesawat yang jatuh. Sebelumnya, AFP melaporkan satu pilot lain telah lebih dulu diselamatkan, tetapi tidak diumumkan demi menjaga keberhasilan misi berikutnya.

“Operasi penyelamatan luar biasa ini menyusul keberhasilan menyelamatkan pilot lain kemarin, yang tidak kami konfirmasi demi tidak membahayakan misi kedua,” ujar Trump lewat platform Truth Social.

Menurut laporan, pilot kedua sempat berada di belakang garis musuh dan diburu oleh pasukan Iran sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

“Prajurit pemberani ini berada di belakang garis musuh di pegunungan berbahaya Iran, diburu oleh musuh kami,” katanya.

Misi penyelamatan ini melibatkan puluhan pesawat militer AS dan sempat mendapat perlawanan sengit dari Iran. Menurut Reuters, dua helikopter Black Hawk dilaporkan terkena tembakan tetapi berhasil keluar dari wilayah udara Iran.

Di insiden terpisah, pesawat A-10 milik AS juga jatuh setelah terkena serangan, memaksa pilotnya melontarkan diri.

Trump pun menegaskan keberhasilan ini menunjukkan dominasi udara AS di atas Iran.

“Fakta bahwa kami bisa menjalankan operasi ini tanpa satu pun korban jiwa menunjukkan dominasi udara kami di langit Iran,” ujarnya.

Di tengah keberhasilan itu, ketegangan justru meningkat. Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel, Kuwait, dan negara Teluk lainnya, sementara sistem pertahanan udara di kawasan tersebut diaktifkan.

Trump sebelumnya memberi ultimatum keras kepada Iran untuk segera mencapai kesepakatan atau membuka Selat Hormuz.

“Waktu hampir habis — 48 jam sebelum neraka benar-benar terjadi,” tulisnya, dilansir AFP.

Ancaman itu ditolak keras oleh militer Iran yang menyebut pernyataan Trump sebagai tindakan “putus asa, gugup, tidak seimbang, dan bodoh.”

Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran kini meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah, menewaskan ribuan orang serta mengguncang ekonomi global akibat lonjakan harga energi dan ancaman terhadap jalur vital Selat Hormuz.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kopda Farizal Dimakamkan di TMP Giripeni Minggu Pagi, Asrenum Panglima Jadi Irup
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Laba SeaBank Melonjak 79 Persen pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah dan Transaksi Digital
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Dari Ngamen di TikTok, Pinkan Mambo Punya Penghasilan di Atas UMR dalam Sehari: Jauh Banget, Wow Banget 
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Foto: Haaland Hattrick, Man City Hajar Liverpool 4-0 di Piala FA
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Deretan Grup K-Pop yang Gelar Konser di Indonesia April 2026
• 6 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.