KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menghadirkan tiga Griya Pekerja di Batam untuk memenuhi kebutuhan hunian layak dan terjangkau bagi pekerja.
Ketiga hunian tersebut berlokasi di Bumi Lancang Kuning, Muka Kuning, dan Kabil. Adapun tingkat huniannya telah mencapai 98 persen dan jumlah penghuni sekitar 5.000 pekerja aktif.
Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap hunian layak di kawasan industri strategis.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat menegaskan bahwa Griya Pekerja merupakan wujud nyata kepedulian BPJS Ketenagakerjaan kepada para peserta. Hal ini sesuai dengan prinsip yang dipegang BPJS Ketenagakerjaan, yakni coverage, care, dan credibility.
"Griya Pekerja adalah kontribusi nyata BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan menyeluruh bagi seluruh pekerja Indonesia," ujar Saiful dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu (5/4/2026).
Baca juga: Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Esta Dorong Kesejahteraan Pekerja Informal
Pernyataan tersebut disampaikan Saiful saat meninjau fasilitas Griya Pekerja BPJS Ketenagakerjaan bersama Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Bambang Joko Sutarto di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (4/4/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Griya Pekerja sekaligus menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program Tiga Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah, terutama dalam upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, serta meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk kelompok pekerja.
Untuk diketahui, Griya Pekerja dibangun di dekat kawasan industri. Tujuannya, untuk meningkatkan efisiensi waktu tempuh serta menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas bagi para pekerja.
Baca juga: Jangan Sepelekan, Ini Cara Kurangi Risiko Kecelakaan Lalu Lintas
"Kita ketahui bersama bahwa risiko kecelakaan lalu lintas juga menjadi salah satu risiko cukup tinggi yang dihadapi oleh rekan-rekan pekerja saat berangkat dan pulang dari tempat kerja," jelas Saiful.
Selain menyediakan hunian bagi pekerja, keberadaan Griya Pekerja juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya melalui tumbuhnya aktivitas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lingkungan hunian.
Manfaat yang dirasakan pekerjaSaiful mengatakan bahwa kunjungannya ke Griya Pekerja di Batam tidak hanya bertujuan meninjau fasilitas, tetapi juga untuk berdialog langsung dengan para pekerja yang tinggal di kawasan tersebut.
"(Hal) yang paling penting, kami juga ingin mendengar langsung dari beberapa penghuni terkait apa yang dirasakan oleh teman-teman pekerja yang menggunakan fasilitas Griya Pekerja,": ucapnya.
Salah satu cerita datang dari pekerja asal Duri bernama Reno yang telah menempati Griya Pekerja Lancang Kuning, Batam, selama delapan bulan. Menurutnya, fasilitas yang tersedia memadai, keamanan mendukung, dan biaya sewa terjangkau.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Pemprov Jabar Hadirkan Hunian Griya Pekerja
Mendengar besarnya manfaat yang dirasakan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus mengembangkan program Griya Pekerja agar dapat menjangkau lebih banyak pekerja, seperti di wilayah Pasar Minggu, DKI Jakarta; Cikarang, Jawa Barat; Banten; Jawa Tengah; dan Jawa Timur.
“Besarnya manfaat yang dirasakan para pekerja menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengembangkan Griya Pekerja, agar semakin banyak pekerja yang bisa merasakan hunian layak dan terjangkau,” tutur Saiful.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




