FAJAR, MAROS — Yayasan Ranu Prima melalui Ranu Harapan Islamic International Boarding School (RHIIBS) menghadirkan program pendidikan berasrama berstandar internasional yang ditujukan bagi anak yatim dan keluarga kurang mampu.
Program ini digagas oleh Muhammad Ramli Rahim (MRR), Ketua Dewan Pembina Yayasan Ranu Prima, dengan misi membuka akses pendidikan berkualitas bagi kelompok yang selama ini memiliki keterbatasan.
“Anak yatim dan anak dari keluarga miskin cukup datang membawa diri saja, seluruh kebutuhan akan kami tanggung,” ujar MRR.
RHIIBS memastikan seluruh kebutuhan siswa terpenuhi secara menyeluruh, mulai dari biaya pendidikan, konsumsi harian, seragam, pakaian, fasilitas asrama, hingga perlengkapan pribadi.
Menurut MRR, konsep ini tidak hanya berfokus pada pendidikan gratis, tetapi juga menjamin kehidupan yang layak bagi para siswa selama menjalani proses belajar.
“Ini bukan sekadar sekolah gratis, tetapi upaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang utuh dan bermartabat,” jelasnya.
Dari sisi kualitas, RHIIBS mengusung sistem pendidikan berbasis asrama dengan pembinaan intensif. Salah satu target utama adalah mencetak siswa yang mampu menghafal Al-Qur’an 30 juz sebelum lulus.
Selain itu, sekolah ini juga menyiapkan kompetensi global bagi para siswa. Kurikulum dirancang untuk mendorong penguasaan tiga bahasa internasional, yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Mandarin, serta penguatan kemampuan di bidang matematika.
“Dengan sistem yang disiapkan, siswa diharapkan mampu berkomunikasi aktif dalam tiga bahasa tersebut,” tambah MRR.
Program ini juga membuka peluang partisipasi masyarakat sebagai bentuk kontribusi sosial dan amal jariah, khususnya dalam mendukung pendidikan anak yatim dan keluarga prasejahtera.
RHIIBS akan membuka jenjang pendidikan mulai dari TK hingga SMA. Namun, sistem berasrama difokuskan untuk jenjang SMP Putra dan SMA Putra.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: http://s.id/RHIBS2026. Informasi lebih lanjut tersedia melalui kontak 085256557367. (wid)





