SBY Berduka atas Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon: Hati Saya Tergetar...

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan duka cita atas gugurnya tiga prajurit TNI, yakni Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon dalam serangan Israel di Lebanon.

Selain tiga gugur, beberapa prajurit juga mengalami luka berat di tempat penugasan mereka di Lebanon.

"Ketika saya ikut memberikan penghormatan kepada jenazah Zulmi Aditya Iskandar, Muhammad Nur Ichwan dan Farizal Rhomadon, hati saya ikut tergetar," cuit SBY melalui akun X-nya, Minggu (5/4/2026).

Baca juga: Prajurit TNI di Lebanon Masuk Bunker, Anggota DPR: Ini Bentuk Mitigasi Risiko

SBY menyampaikan, seorang prajurit memang disumpah untuk siap mengorbankan jiwa dan raganya ketika tugas negara memanggil.

Namun, SBY menekankan dirinya bisa merasakan duka yang mendalam dari keluarga mereka yang hadir ketika menyambut jenazah di Bandara Soekarno-Hatta semalam.

"Saat saya ikut mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada mereka, saya tahu arti air mata yang jatuh di pipi mereka," ucapnya.

Kemudian, SBY menyatakan dirinya mendukung langkah-langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi secara serius, jujur, dan adil.

Menurut SBY, PBB harus bisa menjelaskan mengapa sejumlah insiden beruntun yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka peacekeeper dari Indonesia bisa terjadi.

Baca juga: Saat Prabowo Kecam Keras Insiden 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Saya tahu bahwa investigasi dalam situasi pertempuran yang amat dinamis sering tidak mudah. Tetapi, bagaimanapun tetap dapat dilaksanakan dengan harapan hasilnya dapat dinalar dan masuk akal (acceptable, believable narrative)," jelas SBY.

"Saya pernah mengemban tugas PBB di Bosnia (former Yugoslavia) tahun 1995-1996. Dengan pangkat Brigadir Jenderal, saya menjadi Kepala Pengamat Militer PBB. Investigasi terhadap pelanggaran gencatan senjata juga sering kami lakukan," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Paskah Perdana, Paus Leo XIV Minta Dunia Hentikan Perang
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Marshel Widianto Nyaris Meninggal Gara-Gara GERD
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Dari Pengobatan hingga Usaha, Kemensos Dampingi Penyintas Kanker
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Recovery Jadi Kunci Jaga Performa, Bukan Sekadar Istirahat
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
SD Negeri Bulurokeng Gelar Bina Sekolah Menuju Adiwiyata Kota
• 6 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.