Dubai chewy cookies menjadi salah satu camilan yang ramai dibicarakan di media sosial belakangan ini. Lewat konten ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response) yang menampilkan keseruan menyantap setiap lapisan marshmallow berbalut cokelat, dengan isian kataifi pistachio yang renyah saat digigit, camilan ini terus memenuhi linimasa dan memicu rasa penasaran.
Rupanya, tren camilan manis ini tidak hanya memenuhi linimasa, melainkan juga penjualan online di e-commerce.
Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, mengatakan, “Tren camilan di Indonesia belakangan ini identik dengan tekstur yang kenyal, rasa yang unik, hingga tampilan yang menggugah selera. Mulai dari mochi beberapa waktu lalu, kini tengah viral camilan Dubai chewy cookie. Kami melihat ada dua kebutuhan yang selalu muncul, yakni ada yang langsung mencari produk jadinya, atau ingin berkreasi sendiri di rumah.”
Lalu, apa yang membuat Dubai chewy cookie begitu cepat viral di Indonesia?Selain tampilannya yang menarik, Dubai chewy cookie ramai diperbincangkan karena menawarkan pengalaman menikmati camilan yang unik, baik dari sisi tekstur, rasa, maupun visual. Kombinasi inilah yang membuatnya mudah menarik perhatian dan memicu rasa penasaran banyak orang.
Kemudian, eksposurnya semakin meluas ketika sejumlah figur publik dan kreator konten mulai membagikan pengalaman mereka saat mencoba camilan ini.
Selain itu, apalagi yang sukses mendorong camilan ini viral di Tanah Air? Berikut beberapa prediksi beberapa faktor yang membuat camilan ini bisa viral.
1. Tekstur chewy yang unikLapisan luarnya yang menghadirkan sensasi kenyal dengan isian kataifi yang renyah memberi kontras tekstur yang kuat di setiap gigitan.
Rupanya, banyak orang yang mengira, tekstur chewy dari camilan ini berasal dari adonan mochi. Ternyata, tekstur chewy tersebut didapat oleh adonan marshmallow yang dibentuk layaknya mochi.
2. Rasa cokelat yang rich dan indulgentCokelat hitam pada lapisan luar memberikan sedikit sentuhan pahit yang seimbang dengan selai pistachio bercita rasa gurih dan nutty di dalam. Rasanya tidak berlebihan, namun tetap terasa kaya.
Menariknya, brand cokelat lokal, Pipiltin turut menghadirkan varian chewy cookie berbahan kakao khas Indonesia, yang memberi karakter rasa tersendiri.
3. Visual yang menggoda dan social media worthyWarna cokelat pekat pada bagian luar, isian berwarna hijau lembut, serta tekstur kataifi yang terlihat jelas saat potongan pertama membuat camilan ini sangat menarik secara visual.
4. Kreasi unik dari brand lokalIsian biscoff, matcha, sampai stroberi, mulai bermunculan. Dubai chewy cookie bukan lagi satu produk, variasinya terus berubah mengikuti selera pasar Indonesia.
Beberapa brand lokal turut meramaikan viralnya camilan ini dengan kreasi isian kataifi pistachio serta coklat diadaptasi di berbagai camilan, seperti donat mochi, risol, hingga es krim.
Nah, kalau menurut kamu apa yang sukses membuat makanan viral satu ini tren di Indonesia?





