Meski Ekonomi Tumbuh Melambat karena Krisis Energi, Ekspor Vietnam Tetap Melaju

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kinerja ekspor Vietnam tetap melaju kencang pada awal 2026 meski pertumbuhan ekonomi mulai melambat akibat tekanan krisis energi global. Di tengah gangguan pasokan dan kenaikan harga bahan bakar, sektor eksternal justru menjadi penopang utama ekonomi negara tersebut.

Produk domestik bruto (PDB) Vietnam tumbuh 7,83 persen secara tahunan pada kuartal I, turun dari 8,46 persen pada kuartal sebelumnya. Perlambatan ini terjadi seiring tekanan dari kenaikan harga bahan bakar dan terganggunya distribusi energi global, termasuk melalui Selat Hormuz.

“Kondisi global pada kuartal I 2026 masih kompleks dan tidak dapat diprediksi, dengan konflik di Timur Tengah yang mendorong volatilitas harga energi, gangguan pasokan, serta peningkatan inflasi,” kata kantor statistik dalam pernyataannya dikutip dari Bloomberg, Minggu (5/4).

Ekspor Vietnam melonjak sekitar 20,1 persen pada Maret dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan masih kuatnya permintaan global serta pergeseran rantai pasok ke negara tersebut. Vietnam juga mencatat surplus perdagangan sebesar USD 33,9 miliar dengan Amerika Serikat pada kuartal I, naik 24,2 persen secara tahunan.

Sektor manufaktur, yang menjadi tulang punggung ekspor, tumbuh 9,73 persen pada kuartal I, menjaga momentum di tengah tekanan global. Di sisi lain, impor juga meningkat 27,8 persen, menunjukkan aktivitas produksi yang tetap tinggi.

Krisis Energi Jadi Penyebab

Gangguan distribusi minyak dan gas melalui Selat Hormuz turut memperparah tekanan energi. Pemerintah Vietnam pun menggunakan dana cadangan bahan bakar untuk menahan lonjakan harga, sementara maskapai penerbangan mulai mengurangi jadwal akibat keterbatasan bahan bakar jet.

Kepala Departemen Produk Domestik Bruto (PDB) pada kantor statistik, Nguyen Thi Mai Hanh, menilai target pertumbuhan ekonomi tahun ini akan sulit dicapai. Apalagi Vietnam masih membidik pertumbuhan hingga 10 persen pada 2026.

“Mencapai target pertumbuhan 2026 akan menjadi tantangan,” ujarnya.

Di sisi lain, tekanan inflasi juga mulai meningkat. Pada Maret, inflasi tercatat 4,65 persen secara tahunan, melampaui target pemerintah sebesar 4,5 persen.

“Jika harga bahan bakar global terus naik, maka harga domestik akan memberi tekanan tambahan pada inflasi sekitar 1 hingga 2 poin persentase. Target inflasi 4,5 persen tahun ini akan semakin sulit dicapai,” kata Kepala Departemen Harga pada kantor statistik, Nguyen Thu Oanh.

Secara bulanan, inflasi naik 1,23 persen pada Maret, didorong oleh kenaikan harga bahan bakar, transportasi, dan biaya konstruksi.

Untuk menjaga stabilitas energi, pemerintah Vietnam menghentikan sementara sejumlah pajak atas bensin, minyak, dan bahan bakar jet hingga pertengahan April. Selain itu, pemerintah juga mendorong percepatan transisi ke kendaraan listrik dan biofuel guna mengurangi ketergantungan pada energi impor.

Di tengah tekanan global, Vietnam juga mengandalkan belanja infrastruktur untuk menopang pertumbuhan, termasuk proyek Bandara Internasional Long Thanh yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PDB Vietnam Tumbuh 7,83 Persen pada Kuartal I-2026, Tertinggi dalam 16 Tahun
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Kebakaran Pabrik Korek Api Gas di Bangladesh Tewaskan Lima Pekerja
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kenaikan Harga Plastik di Pasar Indonesia Mencapai 50% Akibat Ketegangan Timur Tengah
• 5 jam lalunarasi.tv
thumb
Jadwal Salat DKI Jakarta 5 April 2026
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Maxi Of Halim Menjuarai IHR Triple Crown Seri 1 dan Pertiwi Cup 2026
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.