Harga Emas Berpeluang Tembus Rp3 Juta per Gram

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia dan logam mulia diperkirakan mencetak rekor baru pada pekan depan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Harga Emas Berpeluang Tembus Rp3 Juta per Gram (Foto: iNews media Group)

IDXChannel - Harga emas dunia dan logam mulia diperkirakan mencetak rekor baru pada pekan depan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Analis Keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan, emas masih menjadi pilihan utama investor di tengah ketidakpastian global. Kondisi ini membuka peluang harga logam mulia di dalam negeri menembus level psikologis Rp3 juta per gram.

Baca Juga:
Ketegangan Timur Tengah Memuncak, Harga Minyak dan Emas Diproyeksi Melonjak Pekan Depan

“Dalam situasi geopolitik yang memanas, investor cenderung mengalihkan aset ke emas. Ini yang membuat harga berpotensi terus naik,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Minggu (5/4/2026).

Dia menjelaskan, harga emas dunia sebelumnya ditutup di kisaran USD4.671 per troy ounce dan berpeluang menguat ke level resistance di USD4.878 hingga USD5.080 per troy ounce. Jika level tersebut tercapai, harga logam mulia domestik diperkirakan menyentuh Rp2,89 juta hingga Rp3 juta per gram.

Baca Juga:
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kompak Stabil

Namun demikian, Ibrahim juga mengingatkan adanya potensi koreksi jangka pendek. Level support harga emas dunia berada di kisaran USD4.543 hingga USD4.358 per troy ounce. Sementara untuk logam mulia, support diperkirakan di level Rp2,82 juta hingga Rp2,78 juta per gram.

“Jika terjadi koreksi, itu menjadi peluang bagi investor, termasuk bank sentral global, untuk kembali melakukan akumulasi emas,” tutur dia.

Baca Juga:
Goldman Sachs Prediksi Harga Emas Capai USD5.400 pada Akhir 2026

Selain faktor geopolitik, penguatan dolar AS turut memengaruhi pergerakan harga emas. Meski secara teori dolar yang kuat dapat menekan emas, dalam kondisi ketidakpastian tinggi keduanya justru bisa menguat bersamaan karena sama-sama menjadi aset lindung nilai.

Ibrahim menambahkan, meningkatnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara dan kelompok milisi berpotensi memperpanjang ketegangan global. Di sisi lain, perang Rusia-Ukraina yang kembali memanas juga menambah tekanan terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Kondisi tersebut mendorong permintaan emas tetap tinggi, baik dari investor ritel maupun institusi. Bahkan, pembelian emas oleh bank sentral di berbagai negara diperkirakan akan terus berlanjut sebagai langkah diversifikasi cadangan devisa.

“Selama ketidakpastian global masih tinggi, tren kenaikan emas akan tetap terjaga. Target Rp3 juta per gram sangat terbuka untuk dicapai,” kata Ibrahim.

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pindad Siapkan Teknologi Smokeless Atasi Sampah Bantargebang, Dorong Pengolahan hingga Tingkat Kelurahan
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Pesan Paskah Paus Leo: Dunia Baru yang Damai dan Bersatu
• 11 jam laludetik.com
thumb
Damkar dan DLH Makassar Kolaborasi Warga Lakukan Penyiraman Cairan Ecoenzym di TPA Antang
• 11 jam laluterkini.id
thumb
Viral Aksi Lansia Tutup Sepihak Jalan Perumahan di Sidokare Jatim
• 5 jam laludetik.com
thumb
Arsenal Gagal ke Semifinal Piala FA, Usai Dipermalukan Southampton 2-1
• 17 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.