Empat pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas dan harus mendapat penanganan medis. Dugaan sementara, para korban menghirup gas berbahaya dari dalam glonteng atau penampungan air di area basement.
Polisi kini masih mendalami unsur kelalaian serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 di lokasi proyek. Berikut kronologi tewasnya 4 pekerja berdasarkan informasi yang kami himpun dari Kompas.com dan Tribun Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Kronologi Tewasnya 4 Pekerja
Peristiwa ini bermula saat sejumlah pekerja proyek bangunan diperintahkan untuk membersihkan sekaligus menguras glonteng atau tempat penampungan air di basement proyek. Menurut keterangan saksi, mandor proyek memerintahkan para pekerja untuk melakukan pengurasan penampungan air yang berada di bawah area bangunan.
Lokasi penampungan tersebut berada di basement. Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan, glonteng itu memiliki ukuran panjang sekitar enam meter dengan kedalaman tiga meter. Tempat penampungan air tersebut juga disekat menjadi dua bagian.
Kemudian, para korban diduga tiba-tiba terjatuh dan terperosok ke dalam glonteng saat proses pengurasan berlangsung. Dugaan awal, keempat korban menghirup gas berbahaya yang keluar dari dalam lokasi penampungan air tersebut. Kapolsek Jagakarsa menyebut, para korban diduga menghirup gas saat terjatuh ke dalam glonteng atau tempat penampungan air.
Setelah para korban jatuh ke dalam penampungan air, beberapa rekan kerja mereka sempat berusaha memberikan pertolongan dengan turun ke bawah glonteng. Namun, proses evakuasi tidak berjalan dengan mudah. Saat mencoba menyelamatkan korban, saksi mengaku merasakan hawa panas di sekitar glonteng. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa area penampungan air mengandung gas atau memiliki kondisi udara yang berbahaya.
Empat Korban Meninggal, Tiga Lainnya Sesak Napas
Jumlah korban terdampak dari kejadian ini pun tidak sedikit. Selain empat pekerja yang akhirnya meninggal dunia, tiga pekerja lain juga mengalami sesak napas usai diduga menghirup gas dari dalam penampungan air.
Empat korban tewas masing-masing berinisial YN (32), MW (62), TS (63), dan MF (19). Identitas lengkap keempat korban yakni Yana Nugraha (32), Mawi (62), Tatang Sonjaya (63), dan Muhammad Fauzi (19). Sementara tiga pekerja yang selamat namun mengalami sesak napas adalah U (41), AJ (37), dan S (63). Ketiganya telah mendapatkan penanganan medis setelah insiden tersebut.
Keempat korban sempat dievakuasi dan dibawa ke RS Pasar Rebo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, setibanya di rumah sakit, dokter UGD RS Pasar Rebo menyatakan seluruh korban sudah meninggal dunia.
Dugaan Penyebab
Usai kejadian, polisi langsung mendatangi lokasi proyek bangunan di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna mendukung proses penyelidikan.
Polisi berupaya menyusun secara rinci kronologi tewasnya 4 pekerja dan memastikan penyebab pasti insiden maut tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan bahwa kepolisian juga tengah melakukan penyelidikan intensif terkait kemungkinan unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di area proyek.
Meski dugaan sementara mengarah pada paparan gas dari dalam penampungan air, polisi menegaskan penyebab pasti kematian empat pekerja itu masih menunggu hasil autopsi. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, menyatakan keempat jenazah saat ini masih menjalani autopsi.
Selain menyelidiki penyebab kematian, polisi juga memberi perhatian pada penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di proyek tersebut. Pemeriksaan terhadap kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi penting karena insiden terjadi saat para pekerja menjalankan aktivitas berisiko di ruang tertutup atau area penampungan air bawah tanah.
Jika ditemukan adanya kelalaian, aspek tersebut berpotensi menjadi bagian penting dalam pengusutan kasus ini. Saat ini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Jagakarsa masih terus menyelidiki peristiwa tragis tersebut.
Demikianlah kronologi tewasnya 4 pekerja berawal dari perintah mandor untuk menguras glonteng atau penampungan air di basement proyek bangunan di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa. Hingga kini, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi. (*)
Artikel Asli




