KENDARI, KOMPAS - Bentrokan antarwarga dari dua desa di Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, dilaporkan berangsur kondusif. Aparat mengupayakan untuk mengawal kepulangan ratusan warga yang sempat mengungsi.
Adapun bentrok antarwarga ini melibatkan warga Desa Banemo dan Sibenpopo, Jumat (3/4/2025). Sejak Jumat sore hingga Minggu (5/4/2026), situasi dilaporkan mulai kondusif.
“Situasi sudah aman sejak kemarin. Besok pagi (Senin, 6/4/2026), sebanyak 401 warga yang mengungsi akan berangsur kembali ke Desa Sibenpopo dengan angkutan dan pengawalan dari aparat TNI-Polri,” kata Kepala Polda Maluku Utara Inspektur Jenderal Waris Agono melalui pesan singkat, Minggu sore.
Akibat bentrokan ini, seorang warga Sibenpopo tewas dan sejumlah rumah rusak dan dibakar. Sementara itu, ratusan warga Sibenpopo mengungsi ke Desa Yeke, Kecamatan Weda Timur.
Waris mengungkapkan, saat ini warga Desa Sibenpopo masih trauma. Upaya pemulihan trauma turut dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Besok pagi juga akan dilaksanakan kerja bakti gabungan TNI-Polri, ASN (aparatur sipil negara) Halmahera Tengah, beserta elemen masyarakat. Rumah yang rusak dan dibakar akan dibangun ulang oleh pemerintah,” ucap Waris.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Maluku Utara Komisaris Besar Wahyu Istanto Bram mengatakan, insiden ini bermula saat penemuan mayat yang merupakan warga Benemo, Kamis (2/4/2026).
Namun, saat pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan, pada Jumat (3/4/2026), bentrokan pecah. Serangan dilaporkan mengarah ke Desa Sibenpopo.
Bentrok dari dua desa ini pun pecah. Akibatnya, seorang warga tewas serta ratusan warga Sibenpopo melarikan diri serta mengungsi ke Desa Yeke, Kecamatan Weda Timur.
Wahyu menegaskan, saat ini pihaknya terus bekerja untuk mengungkap kasus penemuan mayat warga Banemo. Proses ini juga dibantu oleh personel Mabes Polri.
Ia juga mengimbau, warga tidak terpancing terkait isu agama atau SARA dalam insiden ini.
“Wakapolda Malut sudah mengumpulkan warga dari Desa Banemo dan memohon dukungan dari warga untuk pengungkapan kasus penemuan mayat ini. Kami berjanji sebaik mungkin akan berupaya mengungkap kasus ini,” kata Wahyu.
Sementara itu, dalam rilis terpisah, pada Sabtu (4/4/2026), forum koordinasi pimpinan daerah Maluku Utara dan Halmahera Tengah juga telah turun langsung. Ada Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Komandan Korem 152/Babullah Brigadir Jenderal (TNI) Enoh Solehudin, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Stephen M Napiun, hingga Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji.
Rombongan ini turut menghadiri proses pemakaman jenazah korban asal Desa Sibenpopo. Selanjutnya, rombongan juga meninjau Desa Banemo sekaligus berdialog dengan warga setempat.
Wagub Malut mengimbau warga untuk saling memaafkan dan segera mengakhiri konflik ini. Sarbin juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses pengungkapan kasus pembunuhan oleh pihak kepolisian.
Sementara itu, Bupati Ikram menyatakan, akan mengadakan pertemuan bersama perwakilan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo. Langkah ini disebut untuk memediasi sekaligus mencegah ketegangan dan konflik susulan.





