Kawasan Industri Berkilauan di Kota-kota Satelit Seoul

kompas.id
7 jam lalu
Cover Berita

Deretan gedung pencakar langit menjadi pemandangan pertama yang menghampar ketika melintasi Incheon Grand Bridge dan menuju kota Songdo, sekitar 40 kilometer di barat daya kota Seoul.

”Tak ada gedung tua di sini karena ini kota baru dan terus membangun. Wilayahnya dari reklamasi,” tutur Cindy Yu, pemandu yang menemani para jurnalis dari sekitar 30 negara, termasuk Kompas, sepanjang 31 Maret sampai 3 April 2026.

Dari Incheon Grand Bridge, jembatan terpanjang di Korea Selatan yang membentang sekitar 21 km, yang terlihat adalah gedung-gedung modern. Pemandangan serupa bisa dilihat saat kita berada di lantai 33 G-Tower, lokasi kantor promosi Incheon Free Economic Zone (IFEZ). Selain deretan gedung pencakar langit, di satu sisi terdapat Central Park dan kanal yang bisa dilintasi taksi air.

Ini adalah kota Songdo, satu dari tiga kota IFEZ. Dua kota lainnya adalah Yeongjong dan Cheongna.

Sebagai zona ekonomi bebas pertama (free economic zone) di Korea Selatan, IFEZ dikembangkan mulai 2003 dan ditargetkan rampung pada 2030. Kini, sudah ada sembilan zona ekonomi bebas di Korea Selatan.

Di IFEZ, Songdo disiapkan untuk industri terkait teknologi informasi, bioteknologi, dan pendidikan. Sementara, Cheongna menjadi pusat jasa keuangan, industri jasa lain, dan industri robot. Adapun Yeongjong yang menjadi lokasi Bandara Internasional Incheon lebih fokus pada industri aviasi, logistik, dan pariwisata.

Sebagai kota modern, kenyamanan dan keamanan pun ditawarkan. Smart-city Operation Center Manager Incheon Smart-city Corporation Shin Youn Jae menjelaskan, sistem kota IFEZ dibuat terintegrasi dan terpantau kamera pemantau (CCTV). Ini membuat lalu lintas bisa diatur supaya tidak terjadi kemacetan panjang. Kendaraan-kendaraan darurat, seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran, juga bisa diprioritaskan.

Selain itu, halte bus disiapkan supaya aman dan nyaman. Bukan hanya berpengatur suhu, melainkan juga para lansia bisa menggunakan smart hearing yang terhubung ke bluetooth supaya bisa mengingatkan mereka ketika busnya sudah tiba.

Ruang monitor CCTV besar di G-Tower pun diperlihatkan kepada wartawan kendati dilarang untuk difoto. Dari ruang pemantauan ini, berbagai sudut kota bisa dipantau. Ketika terjadi kecelakaan atau kejahatan, petugas bisa cepat datang dan membantu.

Namun, Shin Youn Jae menambahkan, CCTV tak menjangkau 100 persen wilayah. Hal ini untuk menjaga privasi warga.

Agak lebih di selatan Kota Seoul, kota Yongin juga menyiapkan kluster industri semikonduktor. Beberapa pabrik tampak masih dibangun. Yongin Semiconductor Cluster General Industrial Complex baru ditetapkan 2023 dan mulai dibangun Februari 2025. Selain Samsung, perusahaan SK hynix sedang membangun pabriknya di kota ini.

”Semikonduktor adalah komoditas ekspor nomor satu kami dengan 20 persen ekspor, sedangkan kedua dan ketiganya kendaraan dan petrokimia,” tambah Cindy.

Ke arah barat laut dari Yongin, masih ada kota Siheung. Kota yang berada di barat daya Seoul ini juga menjadi salah satu kota industri.

”Siheung, bagi kami, kota industri dan banyak pekerja migran. Selain itu, ada ecopark di sana,” kata Choi Eun Ju, seorang teman yang tinggal di kota Seoul, menanggapi cerita saya untuk mengunjungi Siheung akhir Maret lalu.

Saat kami tiba di Siheung, Kamis (2/4/2026), kota industri ini terasa lebih sepi. Namun, sebuah ecopark di sekitar saluran pasang surut menjadi ruang terbuka hijau bagi warga.

Bukan hanya tempat bagi warga yang ingin berolahraga atau mengajak anabulnya berjalan-jalan, Siheung Caetgol Ecopark sekaligus menjadi pelindung ekosistem lahan basah. Selain bisa menjadi lokasi pemantauan burung-burung yang bermigrasi, Caetgol Ecopark sekaligus menjadi lokasi konservasi berjenis-jenis kepiting dan beragam hewan serta tanaman.

Siheung Caetgol Ecopark dengan menara pantau setinggi 20 meter yang pernah menjadi lokasi shooting Park Bo Gum dan Song Hye Kyo dalam serial Encounter itu pun menjadi oasis kota industri.

Wali Kota Siheung Lim Byeong Taek saat bertemu kami, Kamis (2/4/2026), menambahkan, kotanya masih berkembang secara dinamis. ”Kota ini disiapkan menjadi lokasi industri strategis seperti bioteknologi–bioindustri,” ujarnya.

Kawasan industri di kota-kota satelit Seoul ini menjadi penopang sektor manufaktur Korea Selatan. Manufaktur menjadi salah satu andalan dalam produk domestik bruto (GDP) ”Negeri Ginseng” yang terus tumbuh. Sepanjang 2023-2025, proporsi manufaktur terhadap PDB Korea Selatan adalah 24-27 persen.

Perusahaan penyiaran publik Korea Selatan, KBS, pada 2025 mencatat, Korea Selatan menduduki peringkat kedua di antara negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan (OECD) dalam hal proporsi sektor manufaktur terhadap PDB.

Menurut Kantor Anggaran Majelis Nasional Korea Juli 2025, tulis KBS, 28 Juli 2025, sektor manufaktur menyumbang 27,6 persen dari PDB Korea Selatan pada 2023. Ini jauh di atas rata-rata negara OECD yang berada di 15,8 persen. Pada 2015, proporsi itu bahkan mencapai 30,2 persen.

Pada awal 2026, Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktor Korea Selatan juga terus berekspansi. S&P Global mencatat, manufaktor Korea sangat sehat pada awal 2026, dengan angka 51,6 pada Januari 2026 atau naik dari 50,1 pada Desember 2025.

Permintaan produk Korea yang tinggi menjadi pendorong pada pertumbuhan bisnis baru. Volume ekspor juga meningkat sangat baik sejak April 2021 terutama dengan China, Amerika Utara, dan Eropa.

Pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan relatif stabil. Pada 2025, Bank of Korea, seperti dikutip Yonhap News Agency, mencatat pendapatan nasional bruto (GNI) Korea Selatan di angka 36.855 dolar AS per tahun, naik 0,3 persen ketimbang tahun sebelumnya.

Kendati demikian, pada kuartal IV-2025, PDB Korea Selatan terkontraksi 0,3 persen secara kuartalan (quarter to quarter) untuk periode Oktober-Desember 2025. Ini menjadi perlambatan terdalam sejak kuartal IV-2022.

Namun, secara tahunan (year on year), PDB Korea masih tumbuh 1,5 persen. Ekspor Korea Selatan pun tetap naik 3,8 persen dari tahun sebelumnya dan mencetak rekor 709,7 miliar dolar AS. Salah satunya tentu ditopang ekspor semikonduktor karena permintaan chip kecerdasan buatan menguat saat ini.

Kawasan-kawasan industri di wilayah satelit terus bergerak dinamis. Sektor manufaktur pun kuat menjaga pertumbuhan Negeri Ginseng tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tragis, Pemotor Jatuh Terlindas Truk Trailer hingga Tewas di Jakut
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Gladbach vs Heidenheim Imbang 2-2: Duel Sengit di Zona Degradasi Bundesliga
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kronologi Wanita di Sragen Jadi Korban Pembunuhan Pria Beristri, Motif Pelaku Terungkap
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Minggu 5 April 2026: Leo Banyak Peluang, Scorpio Hadapi Ujian Emosi
• 11 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Paus Leo Pimpin Misa Paskah Pertamanya, Serukan Perdamaian Dunia
• 6 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.