Sebut Ada 3 Negara Minta Dikirim Pupuk Urea dari Indonesia Gegara Selat Hormuz Ditutup, Mentan Amran: Masih Nego

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah mengungkapkan bahwa ada tiga negara mengajukan permintaan impor pupuk urea dari Indonesia di tengah penutupan Selat Hormuz. Hal tersebut menandakan kuatnya posisi Indonesia sebagai produsen global strategis.

Namun demikian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belum mengungkapkan negara-negara tersebut karena proses negosiasi masih berlangsung, dengan harapan kesepakatan yang dicapai nantinya dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan optimal bagi Indonesia.

Baca Juga :
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz Dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka!
Penutupan Selat Hormuz Berlanjut, Negara Teluk Berencana Buka Jalur Pipa Baru

"Kita akan ekspor (pupuk) urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta," kata Mentan Amran ditemui di sela meninjau Gudang Bulog Panaikang yang didampingi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Minggu, 5 April 2026.

"Ya nanti, kan ini masih nego (negosiasi), supaya harga kita agak lebih bagus," tambahnya.

Lebih lanjut Amran mengatakan pemerintah juga telah mengamankan pupuk sejak awal tahun melalui pembelian bahan baku sehingga ketersediaan pupuk nasional tetap terjaga hingga saat ini.

Menurut Mentan, langkah strategis tersebut merupakan bagian dari kebijakan visioner Presiden Prabowo Subianto yang memiliki insting kuat dalam menjaga ketahanan sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan sarana produksi di tengah dinamika global.

Ia juga menegaskan ketegangan politik di kawasan Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan di Indonesia karena ketersediaan beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok tersebut mencapai 4,5 juta ton, aman hingga 11 bulan ke depan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan ekspor pupuk urea tetap dilakukan sepanjang kebutuhan domestik terpenuhi, dengan prioritas utama menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan bagi sektor pertanian nasional. "Yang penting Indonesia aman dulu baru ekspor," kata Rahmad ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/4).

Dalam kondisi saat ini Indonesia masih mampu mengekspor pupuk urea guna membantu memenuhi kebutuhan negara-negara tetangga yang mengalami keterbatasan pasokan di tengah penutupan Selat Hormuz akibat gejolak global Timur Tengah.

Rahmad menyebutkan negara tujuan ekspor pupuk urea Indonesia selama ini antara lain Australia, India, termasuk Filipina. Dia juga menyebutkan kapasitas produksi pupuk urea secara nasional mencapai 8,8 juta ton secara operasional, meskipun kapasitas terpasang sebesar 9,4 juta ton.

Baca Juga :
Iran Tak Gentar Tutup Selat Hormuz, Analis Sebut Pemulihan Krisis Energi Belangsung Lama
Rusia, China dan Prancis Tolak Resolusi DK PBB yang Izinkan Gunakan Kekuatan untuk Lintasi Selat Hormuz
PBB Catat Mulai Lebih Banyak Kapal Melintas Selat Hormuz, tapi Belum Normal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Rekam 960 Gempa Susulan Pascagempa Utama Magnitudo 7,6
• 33 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Hadapi Krisis Global, Kuncinya Kemandirian Energi Indonesia
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
JK Bantah Tuduhan Rismon Danai Roy Suryo Cs Rp5 Miliar Mainkan Ijazah Jokowi
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Situasi Lebanon Memanas, KSAD: Prajurit Tahu Apa yang Harus Dilakukan
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Top Ekonomi Sepekan: Harga Emas Antam Anjlok hingga Harga Terbaru BBM
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.