jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Jaringan Nasional For Prabowo-Gibran sekaligus Ketua KNPI Riau Nasarudin mengingatkan semua pihak untuk memberikan kritik yang konstruktif.
Hal itu diungkapkan Nasarudin menanggapi seruan Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting, yang dinilai mengajak untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya.
BACA JUGA: Momen Prabowo Cium Kening Anak Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Menurut Nasarudin, narasi tersebut menggiring opini yang menjatuhkan pemerintah.
"Pernyataan tersebut tidak tepat, tiba-tiba berbicara soal penggulingan presiden, sesuatu yang aneh,” kata Nasarudin.
Lebih lanjut, Nasarudin menilai momentum halal bihalal seharusnya menjadi ajang silaturahmi, bukan untuk menghujat pemerintah.
BACA JUGA: Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Dia menyebut hal tersebut tidak pantas dan seolah tidak ada lagi panggung politik lain.
Terkait ketidakpuasan dalam politik, Nasarudin menegaskan mekanisme demokrasi telah menyediakan ruang melalui proses lima tahunan yang dianggap mewakili suara rakyat Indonesia.
"Kita semua berharap para akademisi dan tokoh bangsa dapat memberikan masukan yang positif bagi kemajuan negara," ujar dia.
Dia menambahkan penting untuk menanamkan nilai persatuan di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Nasarudin mengajak masyarakat membangun optimisme bahwa Indonesia mampu melewati tantangan ekonomi dan keamanan dunia yang dinilai makin tidak pasti.
"Kita harus belajar dari bangsa Iran, yang masyarakatnya tetap kompak membangun negaranya meskipun di tengah embargo dan perang," pungkas Nasarudin.(mcr10/jpnn)
Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul




