Jakarta, VIVA – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa angkatan bersenjata Iran telah menggempur fasilitas industri petrokimia di Israel, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Kuwait.
"Pagi ini, tahap pertama operasi pembalasan dilakukan," menurut pernyataan IRGC, seperti dikutip stasiun televisi pemerintah Iran.
"Serangan ditujukan terhadap sasaran Zionis dan kepentingan ekonomi AS di kawasan tersebut: kilang minyak di Haifa, infrastruktur gas di UEA, perusahaan petrokimia AS di UEA, perusahaan petrokimia AS di Bahrain, dan infrastruktur petrokimia AS di Kuwait," imbuh pernyataan itu, dikutip dari Sputnik, Minggu, 5 April 2026.
Iran menyerang wilayah Israel dan sejumlah sasaran militer AS di Timur Tengah sebagai balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari.
Hari pertama aksi militer gabungan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, sementara sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga dibom. Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat serangan itu mencapai lebih dari 1.200 orang. (Ant)





