Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) satu hari per minggu berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp2,04 triliun per tahun.
Kebijakan tersebut dipandang sebagai instrumen penting untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah lonjakan harga minyak dunia yang kini berada di level US$118,4 per barel.
“Dengan jumlah ASN sekitar 6,6 juta orang, penerapan WFH satu hari per minggu berpotensi memangkas konsumsi BBM bersubsidi sebesar 0,80 hingga 1,20 miliar liter per tahun,” tulis INDEF dalam laporan Monitoring Food, Energy and Sustainable Development (1/4/2026).
Jika dikalkulasi dengan asumsi beban subsidi Pertalite sebesar Rp1.700 per liter, potensi anggaran yang dapat dihemat pemerintah berkisar antara Rp1,36 triliun hingga Rp2,04 triliun per tahun.
INDEF menilai urgensi penghematan ini semakin tinggi seiring melonjaknya realisasi subsidi energi yang mencapai Rp51,5 triliun hanya dalam dua bulan pertama 2026. Tekanan tersebut dipicu eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi utama di Selat Hormuz.
Lembaga tersebut mengingatkan, tanpa intervensi yang agresif, defisit APBN 2026 berisiko melampaui batas konstitusional sebesar 3 persen. Kondisi ini diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang meningkatkan biaya impor energi.
“Kondisi ini menjadi ujian bagi resiliensi ekonomi kita. Efisiensi melalui pengurangan mobilitas lewat WFH menjadi salah satu ‘bantalan’ agar beban keuangan negara tidak melonjak tak terkendali,” tulis INDEF.
Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah melalui BPH Migas telah menerbitkan SK Nomor 024/2026 yang membatasi pembelian BBM subsidi maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan pribadi.
Baca Juga: WFH Nasional Setiap Jumat Dinilai Langkah Realistis Cegah Kenaikan Harga BBM
Baca Juga: Jusuf Kalla Soroti Efektivitas WFH untuk Hemat Energi, Nilai Tak Berdampak pada BBM
Baca Juga: Kebijakan WFH hingga Efisiensi Energi Berlaku 2 Bulan Mulai April
Namun, INDEF menilai kebijakan WFH memiliki dampak psikologis dan nyata yang lebih besar dalam mendorong efisiensi energi. Lembaga ini juga mendorong sektor swasta untuk mengadopsi pola kerja serupa guna memperluas dampak penghematan.
Langkah kolektif tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial-ekonomi nasional di tengah tekanan global yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam jangka waktu panjang.





