Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Solo
Dampak positif program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai dirasakan secara nyata oleh para pelaku usaha mikro di daerah. Penjual buah-buahan di Pasar Gede Hardjonagoro Solo, Jawa Tengah, mengaku mengalami peningkatan ekonomi yang signifikan sejak program nasional tersebut berjalan.
Sugeng (44), seorang pedagang yang telah menggantungkan hidupnya di Pasar Gede selama 24 tahun, membeberkan bahwa komoditas melon menjadi primadona yang paling banyak diborong oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mencukupi kebutuhan program MBG.
“MBG ambilnya di sini banyak. (Buah yang paling banyak dibeli) melon,” ujar Sugeng dalam keterangan yang diterima pada Minggu, 5 April 2026.
Sugeng menjelaskan bahwa seluruh buah yang ia jual merupakan hasil bumi yang diambil langsung dari para petani di berbagai wilayah, seperti Jombang, Boyolali, dan Madiun. Dalam satu hari saja, volume penjualan melon dari lapaknya mampu menembus angka 2 hingga 4 ton. Ia menilai kehadiran MBG secara otomatis memperbaiki struktur harga buah di pasaran.
“Ada peningkatan. Harga mulai bagus,” katanya.
Kondisi ini membuatnya merasa optimis dan berharap program tersebut dapat terus dipertahankan. Sugeng melihat rantai manfaat MBG tidak hanya berhenti pada pemenuhan gizi anak-anak, melainkan juga menyentuh kesejahteraan petani buah di tingkat hulu.
“Enaknya dilanjut. Mungkin petani hidupnya agak meningkat karena harganya juga bagus. Ada peningkatan,” ucap Sugeng.
Atas perubahan positif yang dirasakannya, Sugeng pun menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas inisiasi program tersebut.
“Makasih Pak Prabowo. Kalau sudah ada MBG petani juga ikut senang, penjual ikut senang, semua ikut senang,” tandasnya.
Editor: Redaksi TVRINews





