"Showing up Matters": Kekuatan Kehadiran Orang Tua

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pernah nggak kalian melihat video yang sering seliweran di tiktok dengan caption “Proof that showing up matters”, di video tersebut biasanya menampilkan perbedaan ekspresi anak ketika mereka tahu orang terdekatnya hadir di kegiatan yang mereka ikuti.

Bisa kita perhatikan dari video tersebut awalnya anak akan terlihat takut, gugup dan kurang percaya diri, tetapi ketika mereka tau orang terdekatnya ada di sana khususnya orang tuanya memperhatikan dan memberi rasa semangat mereka cenderung akan menjadi lebih percaya diri, tenang bahkan menjadi lebih semangat sampai matanya berbinar-binar. Fenomena ini bukan hanya kebetulan terdapat beberapa faktor psikologis dibaliknya, Kehadiran orang terdekat khusunya orang tua dapat berpengaruh besar terhadap perkembangan emosional anak karena orang tua merupakan fondasi atau figur utama dalam perkembangan anak.

Sebelum mengalir lebih lanjut, kita pahami dulu apa yang dimaksud showing up itu sendiri. Showing up artinya hadir secara nyata untuk seseorang, Bukan hanya sekadar ‘hadir’ tetapi juga memberikan perhatian dan dukungan baik secara fisik maupun emosional. Dalam konteks hubungan orang tua dan anak showing up berarti orang tua tidak hanya hadir secara fisik tetapi juga responsif, peka dan memberikan keterlibatan emosional kepada anak.

Konsep showing up ini dapat dijelaskan melalui teori psikologi, salah satunya adalah attachment theory (teori kelekatan) yang dikemukakan oleh John Bowlby, teori ini menjelaskan seberapa pentingnya hubungan emosional antara anak dan orang tuanya. Menurut John Bowlby (1979), attachment adalah ikatan emosional antara anak dan figur pengasuh utama biasanya orang tuanya, yang dapat memberikan secure base (basis aman) bagi anak untuk bereksplorasi dan membangun rasa percaya diri (Mawaddah et al., 2024).

John Bolwby menjelaskan bahwa secara garis besar attachement memiliki dua tipe utama berdasarkan respons emosional, yaitu secure attachment (kelekatan aman) dan insecure attachment (kelekatan tidak aman). Pada secure attachment, anak mendapatkan dukungan emosional yang baik, responsif dan hangat dari orang tuanya sedangkan insecure attachment anak cenderung mendapatkan perhatian yang kurang baik dari orang tuanya seperti, kurang responsif atau sering menolak kebutuhan emosional anak.

Dampak positif yang muncul Ketika anak mendapatkan dukungan emosional yang baik dari orang tuanya adalah anak dapat meningkatkan kepercayaan diri pada dirinya, selain itu juga dapat membentuk hubungan sosial yang sehat, meregulasi emosi dengan baik, dan mampu menghadapi masalahnya sendiri (Rasyid, 2025).

Sedangkan ketika anak mendapatkan dukungan emosional yang kurang baik dari orang tuanya, muncul beberapa dampak negatif pada anak antara lain anak akan sering merasa kesepian, tingkat kepercayaan dirinya menurun, emosi menjadi tidak stabil, terdapat risiko hubungan sosial yang buruk, bahkan anak akan bersikap acuh tak acuh kepada orang tuanya (Rasyid, 2025).

Oleh sebab itu, orang tua memiliki peran yang penting dalam perkembangan emosional pada anak. Orang tua bukan hanya sekadar hadir secara fisik tetapi juga harus hadir secara emosional, responsif dan memberi lingkungan yang hangat dan positif kepada anaknya, agar anak dapat tumbuh dengan memiliki perkembangan emosional yang baik dan sehat demi masa depannya yang lebih cerah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulog Yakin Target Penyerapan 4 Juta Ton Beras Petani Tercapai pada 2026
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Ini yang Dibahas Jokowi Saat Menelpon Pangeran MBS, dari Perang hingga Harga Minyak
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Bahan Lokal Jadi Andalan, Chef Ray Ungkap Filosofi di Locavore NXT
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Persebaya Kembali Menang, Tavares Puji Mental Pemain
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Prabowo Presiden Sampaikan Duka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.