tvOnenews.com – Drama mewarnai kemenangan tipis Sassuolo atas Cagliari pada pekan ke-31 Serie A 2025/2026. Skuad I Neroverdi harus bersusah payah mengamankan poin penuh di Mapei Stadium, Sabtu (4/4/2026) malam WIB, dalam laga yang turut menyeret nama bek sekaligus kapten Timnas Indonesia Jay Idzes.
Sassuolo sebenarnya tertinggal lebih dulu setelah dihukum penalti akibat kesalahan Jay Idzes pada menit ke-26. Bek andalan Skuad Garuda tersebut kedapatan menyentuh bola di kotak terlarang saat berduel dengan Sebastiano Esposito.
Wasit Daniele Chiffi pun langsung menunjuk titik putih setelah diperkuat oleh tayangan ulang melalui VAR.
Sebastiano Esposito yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan dingin. Sepakan 12 pas ke pojok kiri bawah gawang gagal dihalau oleh kiper Sassuolo, Arijanet Muric, sekaligus membawa Cagliari unggul 1-0.
- instagram Jay Idzes
Media Italia dan Rapor Jay Idzes
Performa Jay Idzes dalam pertandingan ini langsung mendapat sorotan tajam dari media lokal, Sassuolo News. Media tersebut memberikan rapor jeblok di angka 5 untuk Idzes karena dinilai melakukan pelanggaran yang tidak perlu.
"Handball, permainan kasar. Ini adalah penalti kedua yang diberikan kepadanya karena pelanggaran lengan, setelah yang terjadi saat melawan Juventus dan sekarang melawan Cagliari," tulis ulasan dari Sassuolo News.
Meskipun melakukan kesalahan fatal, data statistik menunjukkan Jay Idzes tetap bekerja keras di lini belakang dengan meraih rating 6,8.
Sepanjang laga, ia membukukan enam aksi bertahan, dua tekel, empat sapuan, serta tiga kali recoveries. Tercatat, Idzes telah memainkan 30 pertandingan di kasta tertinggi Liga Italia hingga pekan ke-31 musim ini.
Beruntung bagi Idzes, rekan-rekannya di lini depan mampu membalikkan keadaan.
- Instagram Jay Idzes
Pasukan Fabio Grosso bangkit lewat gol balasan Ulisses Garcia, sebelum akhirnya Andrea Pinamonti mencetak gol penentu kemenangan yang mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Menanggapi kemenangan sulit ini, Fabio Grosso tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Ia menilai kemampuan tim untuk melakukan comeback adalah mentalitas yang luar biasa.




