REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menegaskan bahwa penggunaan Lapangan Maroedja Sport Park di Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, tidak dipungut biaya alias gratis. Langkah ini sekaligus memastikan tidak ada pungutan liar yang dapat merugikan pengguna lapangan tersebut.
"Penggunaan lapangan ini gratis. Tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apapun," ujar Kepala Bidang Kepemudaan Dispora DKI Jakarta, Yunus Burhan, saat membuka Turnamen Sepak Bola Pamos Cup I di Kembangan, Jakarta Barat, Minggu.
Menurut Yunus, meskipun secara administratif lapangan tersebut berada di bawah wewenang Dispora, pengaturan teknisnya diserahkan kepada pihak Kecamatan, Kelurahan, dan Kasatlak Dispora Kembangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan lapangan lebih sesuai dengan kebutuhan warga setempat.
Sebagai upaya mendukung fasilitas olahraga, mulai pekan depan, area lapangan basket di lokasi tersebut akan mendapatkan penerangan tambahan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). "Tujuannya agar anak-anak muda dapat tetap berolahraga malam hari," kata Yunus. Proses pemasangan lampu di empat titik sudut lapangan ini ditargetkan selesai pada 21 April 2026.
Yunus juga mengingatkan para pengguna lapangan untuk bermain dengan riang gembira dan penuh cinta, serta menghindari keributan atau perkelahian. Ia berharap lapangan ini dapat menjadi warisan dan tempat silaturahmi untuk menjaga kesehatan bersama.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Terkait aspirasi penyerapan tenaga kerja lokal (PJLP), Yunus menjelaskan bahwa karena adanya efisiensi anggaran pemerintah di tahun 2026, rekrutmen baru belum dapat dilaksanakan tahun ini. Namun, ia memastikan peluang bagi pemuda setempat akan diprioritaskan saat rekrutmen resmi dibuka di masa mendatang.