Militer Nigeria telah membunuh lebih dari 60 anggota geng kriminal atau bandit di negara tersebut. Para bandit itu disebut bertanggung jawab atas sebagian besar penculikan massal di Nigeria.
Dilansir AFP, Senin (6/4/2026) operasi penindakan terhadap para bandit itu dilakukan di negara bagian Zamfara, di mana polisi setempat mengkonfirmasi penculikan massal yang dilakukan para bandit pada awal pekan lalu.
Kepolisian Nigeria menyebut para geng bersenjata itu melakukan penculikan massal terhadap penduduk desa pada Kamis malam lalu. Namun, polisi tidak membeberkan jumlah pasti warga yang diculik.
Meski begitu, warga memperkirakan bahwa tujuh orang telah tewas dan 150 orang diculik ketika kelompok pria bersenjata menyerbu enam desa di wilayah pemerintahan lokal Bukkuyum.
Polisi setempat pun mengatakan perburuan telah dilakukan untuk menangkap para penyerang warga desa. Kemudian pada Minggu kemarin, berdasarkan laporan keamanan menyebut setidaknya 65 bandit telah tewas dalam operasi yang disebutnya sebagai terobosan besar.
Serangan darat dan udara besar-besaran selama tujuh jam itu terjadi di Tsafe, sebuah distrik sekitar 200 kilometer (125 mil) dari tempat terjadinya penculikan baru-baru ini.
Zamfara adalah salah satu dari beberapa negara bagian di barat laut dan tengah Nigeria yang diteror oleh geng kriminal, yang dikenal secara lokal sebagai bandit. Mereka melakukan serangan mematikan terhadap masyarakat, menculik penduduk untuk meminta tebusan, dan membakar rumah setelah menjarahnya.
Kekerasan bandit dimulai lebih dari satu dekade lalu sebagai bentrokan antara penggembala dan petani yang berkonflik memperebutkan sumber daya air dan lahan yang terbatas akibat perubahan iklim.
Kekerasan antarkelompok tersebut berubah menjadi sindikat pencurian ternak dan penculikan terorganisir untuk meminta tebusan.
Bandit yang termotivasi oleh keuntungan finansial semakin berkolaborasi dengan jihadis dari timur laut yang telah melancarkan pemberontakan bersenjata selama 17 tahun untuk mendirikan Kekhalifahan.
(fas/fas)





