Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi beri uang Rp 25 juta ke keluarga korban kecelakaan truk mendadak viral. Pasalnya, mulanya Gubernur Jawa Barat itu sempat dikira penipu hingga dimaki-maki.
Usut punya usut, hal ini bermula tatkala Dedi Mulyadi menghubungi keluarga dari perempuan asal Kuningan yang meninggal dunia usai tertabrak truk di sebuah warung. Dan ya, di awal, Dedi mengenalkan dirinya sebagai Haji Dedi yang disebut sebagai agen.
Mendengar hal itu, pihak keluarga korban dalam hal ini suami korban tampak emosi dan curiga. Bahkan sampai menuding Dedi Mulyadi adalah penipu.
“Anda mau nipu saya? Jangan ngaku-ngaku Haji Dedi!” ucap pria tersebut dengan nada emosi dikutip Grid.ID dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (5/4/2026).
Tak berhenti sampai di situ, setelahnya situasi makin memanas. Bahkan Dedi sampai mendapat kata-kata kasar dari suami korban.
Kendati demikian, Dedi sama sekali tidak terpancing meski sudah dimaki-maki. Ya, ia amalah menebar respon dengan senyuman.
Hingga singkat cerita, untuk meluruskan kesalahpahaman, Dedi melakukan panggilan video. Dan suami korban meminta maaf karena telah emosi dan memaki sang gubernur.
“Astagfirullahalazim… ini mah Pak Haji Dedi Gubernur. Mohon maaf, saya kira penipu,” ujar suami korban.
“Tidak apa-apa, kan Bapak marahnya ke penipu, bukan ke saya,” kata Dedi sambil tertawa untuk mencairkan suasana.
Setelahnya, Dedi Mulyadi beri uang Rp 25 juta usai menjelaskan bahwa istri dari pihak keluarga korban telah meninggal dunia. Dan pelaku yang menabrak juga belum bertanggung jawab.
“Jadi istri meninggal, uang tidak ada, yang nabrak juga belum bertanggung jawab,” kata Dedi Mulyadi.
Itulah sebabnya, Dedi Mulyadi mencoba membantu keluarga korban. Yakni dengan cara Dedi Mulyadi beri uang Rp 25 juta untuk modal usaha lagi.
Pasalnya, suami korban harus menghadapi kenyataan berat, kehilangan pasangan sekaligus sumber ekonomi. Padahal, ia masih harus menghidupi anak-anaknya yang masih sekolah.
“Kirim nomor rekening ya, saya bantu Rp25 juta untuk modal usaha lagi,” ujar Dedi Mulyadi.
“Terima kasih pak haji,” kata suami korban sembari menangis.
Tak berhenti sampai di situ itu, Dedi juga memberikan perhatian kepada korban lain yang mengalami luka berat dalam insiden tersebut.
“Titipkan Rp10 juta untuk keluarga korban yang dirawat, untuk kebutuhan selama di rumah sakit. Bangunan tidak boleh mengambil badan jalan.
Ini juga jadi pelajaran penting agar ke depan tidak terjadi kecelakaan serupa,” tandas Dedi Mulyadi. (*)
Artikel Asli




