Milan, VIVA – Kemenangan telak 5-2 Inter Milan atas AS Roma pada Minggu malam tidak hanya menjadi ajang pamer kekuatan di jalur Scudetto, tetapi juga menjadi momen emosional yang mendalam bagi para pemain Timnas Italia di kubu Nerazzurri.
Laga ini merupakan penampilan perdana bagi pilar-pilar seperti Nicolo Barella dan Alessandro Bastoni di hadapan publik Giuseppe Meazza setelah kegagalan tragis Timnas Italia di babak play-off Piala Dunia 2026. Alih-alih mendapatkan kritik, para penggawa Azzurri ini justru disambut dengan gelombang dukungan yang luar biasa dari para pendukung setia Inter.
Sentuhan Emosional di Giuseppe Meazza
Mengutip laporan Football Italia, baik Barella maupun Bastoni tampak sangat terharu dengan sambutan yang diberikan oleh para fans. Sepanjang pertandingan, tribun penonton terus menyuarakan dukungan untuk membangkitkan mental para pemain yang dianggap tengah mengalami "trauma" akibat menjadi kambing hitam pasca-kegagalan nasional tersebut.
Puncaknya terjadi ketika Nicolo Barella mencetak gol kelima Inter pada menit ke-63. Selebrasi yang dilakukan Barella bersama pelatih Cristian Chivu menunjukkan betapa berartinya momen tersebut bagi sang gelandang untuk melepaskan beban berat yang ia bawa dari jeda internasional.
Dukungan Manajemen dan Rekan Setim
Sebelum laga dimulai, Presiden Inter Beppe Marotta sempat mengecam tekanan media yang berlebihan terhadap Alessandro Bastoni terkait performanya di tim nasional. Kehadiran manajemen di pusat latihan tengah pekan lalu terbukti ampuh dalam menjaga fokus pemain agar trauma Piala Dunia tidak mengganggu ambisi klub meraih gelar juara liga.
Rekan setim lainnya, seperti Hakan Calhanoglu, juga menyampaikan rasa simpatinya. Calhanoglu mengakui bahwa rekan-rekan setimnya asal Italia sedang melewati masa sulit secara emosional, namun ia memuji profesionalisme mereka yang tetap tampil habis-habisan untuk membawa Inter menang besar atas Roma.
Pesan Kebangkitan
Bagi Inter, malam tersebut bukan sekadar tentang tiga poin atau keunggulan sembilan poin di puncak klasemen. Ini adalah pesan tentang solidaritas klub terhadap pemainnya yang sedang terpuruk. Kemenangan 5-2 ini menjadi terapi terbaik bagi "mental yang terluka" di skuad asuhan Chivu, membuktikan bahwa dukungan suporter adalah obat mujarab untuk bangkit dari kegagalan di level internasional.





