Jakarta, tvOnenews.com - Sepulangnya dari Timnas Indonesia, Emil Audero mendadak kena hujatan. Sang penjaga gawang kembali memperkuat klubnya di Liga Italia, Cremonese.
Para penggawa Garuda telah kembali ke klubnya masing-masing setelah FIFA Series 2026. Emil Audero tampil lagi untuk I Grigiorossi dalam lanjutan kasta tertinggi Liga Italia, Serie A.
Cremonese menjamu Bologna di Stadio Giovanni Zini pada Minggu (5/4/2026) malam kemarin WIB. Mereka berupaya melanjutkan tren kemenangan bersama pelatih baru Marco Giampaolo yang menang 2-0 pada laga debutnya.
Modal kemenangan sebelum jeda internasional itu menjadi sesuatu yang membangkitkan kepercayaan diri. Namun, Cremonese langsung dihantam pada menit ketiga oleh Bologna akibat gol Joao Mario.
Di menit ke-16, Bologna sudah menggandakan skor melalui Jonathan Rowe. Babak pertama pun berakhir dengan skor 2-0 untuk keunggulan tim tamu.
Cremonese baru bisa mengejar di masa injury time babak kedua. Itu pun karena eksekusi penalti Federico Bonazzoli, selagi kedua tim sama-sama mengakhiri laga dengan 10 orang.
Tuan rumah kehilangan Yousef Maleh yang dikartu merah. Sedangkan Lewis Ferguson menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat yang membuatnya diusir wasit.
Emil Audero tampil dengan cukup baik usai menciptakan lima penyelamatan di laga ini. Namun demikian, dirinya dan rekan-rekan setim dihujat oleh fans sendiri pada saat jeda turun minum karena ketertinggalan dua gol.
Kiper Timnas Indonesia itu mengaku sangat menyesali hal tersebut. Namun, dia dapat memahami perasaan para fans Cremonese.
"Ini tidak menyenangkan, saya sepenuhnya memahami perasaan para penggemar. Saya tahu bahwa jika kami bermain imbang, mereka akan memberi kami dorongan semangat menjelang pertandingan melawan Cagliari,” kata Audero, dilansir situs resmi Cremonese.
“Ini adalah momen yang sensitif; sangat penting untuk membawa energi positif sebanyak mungkin,” tambahnya.
Kiper berusia 29 tahun itu menjelaskan bahwa Cremonese berusaha memperbaiki performa di babak kedua. Mereka berupaya untuk menerapkan hal yang diminta oleh pelatih Marco Giampaolo.
“Di ruang ganti, kami mencoba melupakan babak pertama dan melakukan beberapa perubahan untuk mencoba memainkan pertandingan sesuai dengan arahan pelatih,” lanjut Audero.




