Mengapa Membuat Anak Senang Membaca Penting?

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

1.  Tantangan buku anak di era serba digital

2.  Tetaplah membaca buku walau libur Lebaran

3.  Buku bergambar menstimulasi imajinasi anak

4.  Orangtua berperan tanamkan minat baca anak

5.  10-15 Menit untuk menciptakan ”kutu buku”

Tantangan buku anak di era serba digital

Hari Buku Anak Sedunia atau International Children’s Book Day diperingati setiap tanggal 2 April. Organisasi nirlaba International Board on Books for Young People (IBBY) hadir untuk mewakili jaringan internasional menjadi sponsor kegiatan setiap tahun. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap buku dan membaca sejak usia dini.

Setiap tahun, Seksi Nasional IBBY yang berbeda menjadi sponsor internasional Hari Buku Anak Sedunia. Tahun ini, sponsor yang terpilih dari Republik Siprus mengusung tema ”Plant Stories and the World Will Bloom!”. Melalui tema ini, mereka ingin menyampaikan peran penting dari sebuah cerita sehingga dapat menumbuhkan daya imajinasi anak-anak sejak dini.

Kegiatan ini penting untuk terus ditumbuhkan di tengah ancaman arus digitalisasi yang menggerus minat membaca buku pada anak-anak. Apalagi, sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, lanskap tumbuh kembang anak secara global juga berubah. Kondisi ini memengaruhi pula kebiasaan anak dalam mengonsumsi sumber bacaan.

Pada 2020, Unicef mengungkapkan rendahnya tingkat pembelajaran anak-anak. Diperkirakan hanya sepertiga anak berusia 10 tahun di dunia yang mampu membaca dan memahami cerita sederhana. Angka itu turun separuhnya jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

Akses terhadap pembelajaran berkualitas selama pandemi Covid-19 semakin memperburuk krisis pembelajaran yang sudah ada sebelumnya. Ketergantungan penggunaan gawai sebagai sarana belajar menyebabkan jutaan anak di seluruh dunia kekurangan keterampilan dasar menghitung dan membaca. Gawai yang sebelumnya berfungsi sebagai alat bantu kini berubah menjadi sarana utama anak-anak untuk berinteraksi, mencari hiburan, bahkan belajar.

Padahal, sebelum hadirnya gawai, tumbuh kembang anak-anak diwarnai dengan cerita dongeng, cerita rakyat, dan buku bergambar. Dari situlah, anak-anak belajar mengenal dunia, bebas berimajinasi dan berkreasi, hingga belajar membangun interaksi sosial sejak dini.

Baca JugaTantangan Buku Anak di Era Serba Digital
Tetaplah membaca buku walau libur Lebaran

Meski libur Lebaran telah dimulai, buku jangan sampai ketinggalan untuk dibawa dalam perjalanan mudik Lebaran. Jika sudah telanjur tertinggal, bacaan bermutu tetap bisa diakses di sejumlah tempat keramaian liburan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa atau Badan Bahasa tahun ini kembali menggelar program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) pada 16-17 Maret 2026 di sembilan lokasi keberangkatan pemudik di Jakarta dan Banten.

Sembilan lokasi itu meliputi Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak, serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengutarakan, ini bukan sekadar membagikan 24.000 eksemplar buku bermutu secara gratis, melainkan juga menyajikan berbagai aktivitas literasi yang menyenangkan.

Hal ini bertujuan agar anak-anak akan memiliki pengalaman seru saat mudik. Variasi kegiatan literasi ini juga merupakan bagian dari upaya agar anak tak menggunakan gawai secara berlebihan sepanjang perjalanan.

”Kami ingin anak-anak kita lebih banyak memegang buku daripada memegang gawai. Anak-anak jangan lupa, nanti di kereta baca buku. Jangan pegang HP, pegang buku,” kata Mu’ti di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, melalui keterangan pers, Selasa (17/3/2026).

Dia menegaskan, upaya memperkuat literasi memang harus dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Membaca buku terus didorong sebagai bagian dari kebiasaan belajar di sekolah. Anak-anak tidak hanya diminta mengerjakan lembar kerja, tetapi juga membaca buku dan menuliskan kembali apa yang mereka pahami.

Perjalanan mudik, lanjut Mu’ti, bisa menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Waktu berjam-jam di kereta atau bus dapat dimanfaatkan untuk membaca bersama keluarga. Orangtua yang baik harus mengoptimalkan momentum ini.

Baca JugaTetaplah Membaca Buku walau Libur Lebaran
Buku bergambar menstimulasi imajinasi anak

Buku bergambar mempunyai banyak manfaat bagi anak, mulai dari membantu memahami cerita, memperkaya wawasan, hingga menumbuhkan minat baca. Membaca buku bergambar juga efektif menstimulasi imajinasi anak sehingga merangsang kreativitas mereka.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi mengatakan, tradisi membaca buku bergambar di Jepang sudah berlangsung sangat lama. Orangtua atau saudara membacakan buku bergambar kepada anak-anak untuk membantu mereka memahami isi bacaan dengan mengimajinasikannya.

”Ini adalah bentuk komunikasi dua arah antara orangtua dan anak-anak. Secara keseluruhan, cara ini merupakan pendidikan yang sangat baik,” ujarnya saat menghadiri peluncuran buku Ehon Project berjudul Main Petak Umpet dan Panas! Panas! di Tebet Eco Park, Jakarta, 17 Mei 2025.

Ehon Project adalah salah satu inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari PT Sumitomo Indonesia yang berfokus pada peningkatan minat baca dan literasi anak-anak Indonesia sejak usia dini. Peluncuran buku ini berkolaborasi dengan Kompas Gramedia.

Yasushi berharap kebiasaan membaca buku bergambar dapat dipraktikkan di sekolah dan lingkungan keluarga di Indonesia. Membangun interaksi yang menyenangkan menjadi salah satu kunci untuk menumbuhkan minat baca anak.

”Pendidikan adalah yang paling penting untuk masa depan negara ini. Jadi, saya sangat senang melihat Jepang berkontribusi pada pengembangan pendidikan dan terlibat dalam forum semacam ini,” ujarnya.

Peluncuran buku itu dihadiri sekitar 100 siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) dari sejumlah sekolah. Mereka tak hanya mendengarkan cerita bergambar yang dibacakan oleh fasilitator, tetapi juga diajak untuk mengimajinasikan isi bacaan tersebut.

Baca JugaBuku Bergambar Menstimulasi Imajinasi Anak
Orangtua berperan tanamkan minat baca anak

Minat baca pada anak bisa ditumbuhkan dari rumah dan hal ini butuh peran aktif orangtua. Agar anak tertarik, orangtua bisa membacakan buku dengan nyaring, membuat pojok buku sederhana di rumah, mengajak anak ke perpustakaan atau toko buku, hingga menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan minat anak.

Selain itu, orangtua juga disarankan untuk membebaskan anak memilih bahan bacaan sendiri. Memaksa anak membaca hal yang tidak mereka sukai bisa membuat mereka frustrasi dan merasa bahwa membaca bukan aktivitas menyenangkan. Hal ini menyebabkan minat baca anak tidak tumbuh.

Susi Sukaesih, Ketua Komunitas Sidina, mengatakan, kedua anaknya dibiasakan membaca sejak kecil. Orang dewasa di rumah juga mencontohkan kebiasaan membaca di waktu senggang. Selain itu, anak-anak diberi tahu manfaat membaca sejak dini.

Susi pun membiarkan anak-anaknya memilih buku bacaan sendiri. Anak pertamanya yang duduk di kelas I SD, misalnya, suka membaca profil pemain bola. Susi lantas mengajak anaknya berdiskusi soal pemain bola yang dibaca, seperti bagaimana masa kecil sang pemain bola, prestasinya, atau proses pemain bola tersebut menjadi terkenal.

Minat baca penting dalam proses belajar. Anak-anak yang rajin membaca dinilai punya kemampuan berbahasa yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak membaca. Selain itu, membaca membantu mengembangkan imajinasi dan kemampuan kognitif anak.

Kecakapan membaca juga penting dalam proses belajar. Pada 2022, lembaga Unicef mengingatkan rendahnya tingkat pembelajaran anak-anak. Hanya sepertiga anak berusia 10 tahun di dunia yang diperkirakan mampu membaca dan memahami tulisan sederhana. Angka itu turun setengah dibandingkan dengan masa sebelum pandemi Covid-19. Unicef juga menyebut bahwa membaca bersama anak selama 10-15 menit setiap hari dapat memantik ketertarikan mereka akan buku. Namun, hal ini mesti dilakukan secara konsisten.

Baca JugaOrangtua Berperan Tanamkan Minat Baca Anak
10-15 menit untuk menciptakan ”kutu buku”

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak atau Unicef menyebut bahwa membaca bersama anak selama 10-15 menit setiap hari dapat memantik ketertarikan mereka terhadap buku. Apabila ini dilakukan secara konsisten dan interaktif, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang gemar membaca. Membaca sejak dini akan mendorong anak berkembang secara optimal.

Dorongan untuk menumbuhkan kegemaran membaca pada anak sejalan dengan peringatan Hari Buku Anak Sedunia. Hari Buku Anak Sedunia diperingati sejak 1967 setiap tanggal 2 April, bertepatan dengan hari kelahiran penulis cerita anak Hans Christian Andersen (1805-1875). Andersen pernah menulis, antara lain, kisah The Little Mermaid, The Ugly Duckling, dan Thumbelina.

Menurut psikolog anak dan keluarga di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Mira Amir, membacakan buku cerita adalah kesempatan mengembangkan kemampuan kognitif anak. Dengan membaca atau dibacakan cerita, anak dapat mengenal dan memperkaya perbendaharaan kata.

Membaca sejak dini juga melatih anak untuk berkonsentrasi. Ini modal besar bagi anak untuk belajar. Mira mengatakan, sebagian anak masa kini sulit menjaga konsentrasi dan perhatiannya mudah buyar. Berdasarkan studi oleh Microsoft Corp, orang sekarang umumnya kehilangan konsentrasi setelah delapan detik. Rentang perhatian manusia turun dari 12 detik pada tahun 2000 menjadi hanya 8 detik pada 2015, atau lebih pendek dari ikan mas (9 detik).

Waktu paling bagus untuk membacakan buku adalah saat anak mulai mengantuk karena gelombang otak mereka mendekati alfa. Saat itu, suara orangtua paling terekam di alam bawah sadar anak. Masa itu dapat dimanfaatkan orangtua untuk mengenalkan pengetahuan atau menanamkan nilai baik yang terkandung dalam buku cerita. Dengan demikian, membacakan buku kepada anak tidak hanya membantu mengembangkan kemampuan kognitif, tetapi juga sosial dan emosional.

Baca Juga10-15 Menit untuk Menciptakan ”Kutu Buku”

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Lengkap dan Klasemen BRI Super League Malam Ini: Bali United Pesta 6 Gol ke Gawang PSBS, Persik Vs Persijap Berakhir Remis
• 27 menit lalubola.com
thumb
Ngaku Mirip Vidi Aldiano, Egi Fazri Kena Sindiran Harry Kiss Selaku Ayah Mendiang: Cari Panggung!
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Hasan Nasbi Ingatkan Esensi Demokrasi: Perebutan Kekuasaan Difasilitasi Lewat Pemilu
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Ada Ono di Pusaran Kasus Suap Bupati Bekasi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
5 Rekomendasi Drama Korea Kerajaan Modern, Bisa Nonton di Netflix!
• 5 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.