Arab Saudi Perketat Aturan Haji, Pemerintah Ingatkan Bahaya Jalur Ilegal

rctiplus.com
16 jam lalu
Cover Berita
Arab Saudi Perketat Aturan Haji, Pemerintah Ingatkan Bahaya Jalur IlegalNasional | okezone | Senin, 6 April 2026 - 09:37Dengarkan Berita

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah (KJRI Jeddah), mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai modus keberangkatan haji ilegal.

Peringatan ini disampaikan menyusul semakin ketatnya kebijakan Pemerintah Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Komitmen perlindungan jemaah ditegaskan dalam pertemuan antara Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, dengan Konsul Jenderal RI Jeddah, Yusron B Ambary, di kantor KJRI Jeddah.

Keduanya sepakat untuk memperkuat edukasi publik agar Warga Negara Indonesia (WNI) tidak terjebak praktik haji non-prosedural.

"Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa Pemerintah Arab Saudi hanya mengakui visa haji resmi sebagai dokumen sah untuk beribadah haji," ujar Puji, Senin (6/4/2026).

Senada, Yusron mengingatkan, masyarakat agar tidak mudah tergiur iming-iming jalur cepat.

Baca Juga:Sempat Dicabut, Sekjen DPR untuk Ketiga Kalinya Ajukan Praperadilan

“Visa ziarah, visa kunjungan, atau dokumen lainnya di luar ketentuan tidak dapat digunakan untuk berhaji. Hanya visa haji resmi yang diterima otoritas Saudi,” tegasnya.

 

Peringatan ini bukan tanpa alasan. Aparat keamanan Arab Saudi telah berulang kali menindak WNI yang mencoba berhaji menggunakan visa non-haji. KJRI Jeddah mencatat sejumlah kasus jemaah ditangkap karena menggunakan atribut palsu hingga dokumen yang tidak sesuai.

Konsekuensi bagi pelanggar pun sangat berat, mulai dari gagal beribadah, denda besar, deportasi, hingga larangan masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun.

Dalam kesempatan itu, juga dibahas kesalahpahaman terkait Haji Dakhili (domestik) yang hanya diperuntukkan bagi warga lokal dan ekspatriat dengan izin tinggal (iqamah) yang valid, bukan untuk jemaah asal Indonesia melalui jalur tidak resmi.

Masyarakat juga diminta lebih kritis terhadap tawaran haji dengan label Furoda atau paket lain yang menjanjikan keberangkatan tanpa antre.

“Pastikan visa hajinya, legalitas penyelenggara, dan kesesuaian prosedur dengan aturan resmi pemerintah,” tambah Yusron.

Baca Juga:Buya Yahya Ajak Masyarakat Doakan Prabowo: Jadi Presiden Berat

Pemerintah menegaskan, penguatan pengawasan dan edukasi akan terus dilakukan guna mencegah penipuan perjalanan ibadah, sekaligus memastikan keselamatan dan kekhusyukan jemaah Indonesia di Tanah Suci.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TKA SMP 2026 Mulai Hari Ini, Mendikdasmen Abdul Mu ti Sampaikan Pesan untuk Para Peserta
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Tanda Kebanyakan Minum Matcha
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
John Herdman Layak Pertimbangkan Kiper Persib Teja Paku Alam Masuk Skuad Garuda di Piala AFF 2026
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Harga Emas Pegadaian Stabil, UBS Antam dan Galeri24 Tak Berubah
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Kasus SPBU, KPK Panggil Bos PT Smartweb Dian Rachmawan
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.