Wamen LH Ajak Warga Cegah Banjir Lewat Biopori di Cisarua

tvrinews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Bogor

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengajak masyarakat berpartisipasi mencegah banjir di wilayah Jabodetabek melalui pemasangan lubang biopori di lingkungan rumah tangga.

Ajakan tersebut disampaikan saat peringatan Hari Air Sedunia bertema “Water and Gender” yang diselenggarakan KLH/BPLH di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan itu, pemerintah menyerahkan bantuan unit biopori dan alat pembuat lubang biopori untuk 10 desa di Kecamatan Cisarua, masing-masing sebanyak 50 unit.

“Hari ini kami serahkan bantuan unit biopori dan alat lubang biopori untuk 10 desa, masing-masing 50 unit biopori, untuk mencegah banjir,” ujar Diaz dalam keterangan tertulis, Senin, 6 April 2026.

Diaz menjelaskan, pemasangan biopori penting dilakukan karena Kecamatan Cisarua merupakan bagian dari kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tata air, terutama untuk wilayah hilir seperti Jakarta dan sekitarnya.

Ia juga mendorong setiap rumah tangga memiliki lubang biopori dan menanam pohon di lingkungan masing-masing sebagai langkah sederhana menjaga keseimbangan air. Menurutnya, biopori membantu air hujan meresap ke tanah sehingga dapat mengurangi genangan dan risiko banjir.

Selain itu, Diaz mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan air bersih. Ia menyebutkan bahwa meskipun sebagian besar permukaan bumi terdiri dari air, hanya sebagian kecil yang dapat dimanfaatkan sebagai air bersih dan jumlahnya terus berkurang akibat pencemaran, terutama sampah di sungai dan danau.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sumber-sumber air, agar ketersediaan air bersih tetap terjaga.

Dalam kegiatan tersebut, KLH/BPLH juga menyerahkan secara simbolis bibit pohon, tiga unit perahu karet, serta unit pipa biopori dan alat pembuat lubang biopori. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 1.500 pohon dan pembuatan sumur resapan di kawasan Agrowisata Gunung Mas, Cisarua.

Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat KLH/BPLH, unsur TNI, pemerintah daerah, pihak dunia usaha, serta komunitas lingkungan dan relawan sungai.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecaman Keras Prabowo Buntut 3 TNI Gugur Diserang di Lebanon
• 16 jam laludetik.com
thumb
Belanja Wisatawan Diproyeksikan Capai US$7,5 Miliar Sepanjang Piala Dunia 2026
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Peluang Emas Terbuang! Como Gagal Tembus 4 Besar Usai Ditahan Udinese
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Citra Baik untuk John Herdman, Mantan Penyerang Timnas Indonesia Singgung Gaya Bermain
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 6 April 2026: Turun Brutal Rp141 Ribu
• 13 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.