EtIndonesia. Baru-baru ini, burung yang dijuluki “burung paling misterius di dunia”, yaitu Hainan partridge (海南鳽), muncul di Danau Qiandao, Zhejiang, dan menarik perhatian publik.
Pada 2 April, seorang blogger di Zhejiang mengunggah video di media sosial, mengatakan bahwa ia telah menyelamatkan seekor burung liar kecil yang terlihat garang namun tidak dikenalnya.
Video tersebut menunjukkan seekor burung dengan jambul di kepala, paruh runcing, serta bulu hitam bercampur bintik putih. Burung itu terjebak di area perairan dangkal, dengan kaki panjangnya terlilit benang atau tali sehingga tidak bisa terbang. Burung tersebut mengeluarkan suara serak “ga, ga, ga”. Banyak warganet menyebut bahwa burung itu adalah Hainan partridge.
近日,素有「世界上最神祕的鳥」之稱的海南鳽(jiān)現身浙江千島湖。 pic.twitter.com/Kgs8GcIzZD
— 甜甜 (@tiantian108) April 4, 2026Pada 3 April, perekam video bermarga Wu mengatakan kepada Hongxing News bahwa beberapa hari sebelumnya, saat senja, ia dan temannya sedang kembali dari sebuah pulau di Danau Qiandao menuju daratan dengan perahu. Secara tidak sengaja mereka melihat burung yang belum pernah mereka lihat sebelumnya sedang meronta di perairan dangkal. Setelah didekati, mereka baru menyadari bahwa kaki burung itu terlilit tali jaring ikan yang dibuang.
“Awalnya sangat galak, tetapi ketika kami benar-benar mendekat untuk menyelamatkannya, ia menjadi sangat jinak,” kata Wu. Karena penampilannya yang terlihat garang, ia dan temannya membawa tongkat saat mendekat. Setelah dengan hati-hati memutus tali yang melilit kaki burung tersebut, burung itu langsung terbang pergi.
Hainan tiger bittern merupakan burung air dari famili bangau (Ardeidae) dalam ordo Pelecaniformes. Terdapat tiga jenis: Hainan, hitam, dan jenis lainnya. Burung ini awalnya hidup di Pulau Hainan, sehingga dinamakan demikian. Karena sangat langka, burung ini juga dijuluki “burung paling misterius di dunia”.
Hainan tiger bittern termasuk salah satu dari 30 spesies burung paling terancam punah di dunia, dengan jumlah populasi dewasa liar kurang dari 1.000 ekor. Di wilayah utara Guangdong, dalam 40 tahun terakhir hanya tercatat penemuan sebanyak 5 ekor.
Pada Februari lalu, burung ini sempat terekam muncul di Qingyuan, Guangdong. Pada bulan Maret, untuk pertama kalinya juga ditemukan di Cagar Alam Provinsi Xingang, Heyuan, Guangdong.
Burung ini terutama tersebar di wilayah tenggara Tiongkok dan termasuk satwa yang dilindungi tingkat pertama secara nasional. Habitat utamanya adalah lembah sungai di pegunungan berhutan lebat. Burung ini bersifat nokturnal (aktif di malam hari), biasanya mencari makan sendirian dan jarang bergerombol, dengan makanan utama berupa ikan kecil, katak, dan serangga.
Sumber : NTDTV.com




