Andi Mallarangeng Dukung Usul SBY soal Misi UNIFIL: Sudah Tak Ada Perdamaian

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Ketua Dewan Pakar Demokrat Andi Mallarangeng merespons usulan yang disampaikan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian (peacekeeper) di Lebanon. SBY mendesak PBB segera meninjau ulang misi tersebut.

Andi mengatakan, dirinya sependapat dengan SBY. Ia menekankan, pasukan UNIFIL bertugas sebagai penjaga perdamaian,

"Ini pendapat saya pribadi. Nah kalau bagi saya pasukan UNIFIL di sana pasukan kita di UNIFIL di sana itu di Lebanon berdasarkan mandat sebagai penjaga perdamaian. Karena itu harus ada perdamaian yang dijaga. Kalau tidak ada lagi perdamaian yang dijaga lalu untuk apa pasukan kita ada di sana?" kata Andi kepada wartawan di Jakarta, Senin (6/4).

"Nah pasukan kita itu di sana dengan mandat Chapter 6 dari UN Charter piagam PBB yang mandatnya sebagai penjaga perdamaian dengan peaceful resolution of conflict yang dijaga," tambah dia.

Andi menjelaskan, pasukan perdamaian UNIFIL tidak diberikan senjata berat selama bertugas. Oleh sebab itu, jelas mereka akan kewalahan jika harus melawan senjata berat seperti rudal balistik dan sejenisnya.

"Karena itu mereka hanya diberikan senjata ringan untuk untuk membela diri untuk mempertahankan diri. Nah, senjata ringan semacam itu tidak mungkin melawan misil rudal dan segala macam. Apalagi seperti yang dikatakan Pak SBY sebelumnya mereka itu kan ditempatkan di zona biru zona perdamaian sekarang zona biru itu sudah menjadi zona perang. Sehingga pasukan kita berada di tengah menjadi sasaran tembakan dan sudah ada juga yang tewas yang luka-luka," kata Andi.

Andi menuturkan, seharusnya PBB menarik pasukan TNI dari Lebanon. Ia menilai, situasi saat ini sudah tidak lagi kondusif karena tidak ada lagi perdamaian yang dijaga.

"Nah, kalau tidak pemerintah kita ya mestinya melobi atau meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menarik pasukan kita dari sana pasukan UNIFIL itu dari sana, bukan hanya dari bukan hanya pasukan Indonesia, tapi juga saya dengar juga ada beberapa negara juga sudah sudah tewas juga kalau tidak salah dari Ghana dari ada beberapa lagi yang lain," kata Andi.

Eks Menpora ini pun menyinggung pihak yang seharusnya bertanggung jawab terhadap gugurnya 3 prajurit TNI.

"Dan sudah betul apa yang dikatakan Pak SBY ini daripada pasukan kita di situ menjadi sasaran tembakan. Siapa yang melakukan tembakan? Ya lihat aja siapa yang melakukan agresi di situ siapa yang melakukan penyerangan, masuk ke wilayah-wilayah zona biru itu," kata Andi.

"Nah itu supaya jelas dan kita meminta supaya PBB memberlakukan investigasi menyeluruh kepada terutama yang melakukan agresi di situ, yaitu Israel itu," tutur dia.

Lebih jauh, Andi mengatakan jika PBB sudah turun tangan dan menyelesaikan masalah ini, pasukan TNI bisa tetap bertugas di Lebanon.

"Tentu saja, kalau kemudian PBB bisa mengupayakan lagi perdamaian, dan kemudian tentu saja dari pihak-pihak yang berkonflik di situ, dan kemudian ada mandat lagi untuk menjaga perdamaian yang sudah disepakati, baru kita datang lagi sebagai penjaga perdamaian, sesuai dengan yang disepakati oleh kedua belah pihak dan diberi mandat oleh PBB," kata Andi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciri-ciri ASI Akan Keluar saat Hamil yang Perlu Diketahui
• 7 jam lalutheasianparent.com
thumb
AS-Israel Serang Infrastruktur Sipil, Garda Revolusi Iran Siapkan Balasan Dahsyat
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terbongkar! Rencana Pencurian Berujung Mutilasi, Jasad Ditemukan di Lemari Es Kios Ayam Geprek
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Konser Super Junior di Seoul Ricuh, SM Entertainment Minta Maaf
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Iran Ancam Balas Serangan AS dan Israel, Targetkan Aset Militer di Asia Barat
• 22 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.