REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan update perkembangan pengawasan di bidang pasar modal, baik di pasar saham, obligasi (surat utang), maupun reksa dana. Tercatat, secara keseluruhan, kinerja pasar modal mengalami koreksi, imbas eskalasi perang di Timur Tengah.
“Pasar saham domestik menunjukkan pergerakan yang dinamis pada Maret 2026. Sebagaimana juga dialami oleh bursa global dan regional lainnya sebagai dampak terjadinya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dan juga diikuti dengan lonjakan harga-harga komoditas energi di dunia,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulan April 2026 yang digelar secara daring, Senin (6/4/2026).
Baca Juga
OJK: Stabilitas Sektor Keuangan RI Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global
BI Tingkatkan Konektivitas Ekonomi Digital, Kini Bisa Bayar Pakai QRIS di Korsel
PM Italia Ingatkan Krisis Energi, Bandara Sudah Batasi Jatah Avtur
OJK mencatatkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Maret ditutup di level 7.048,22 atau terkoreksi sebesar 14,42 persen secara month to month (mtm). Investor asing tercatat membukukan net sell di pasar saham senilai Rp 23,34 triliun (mtm).
Adapun, di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index atau ICBI ditutup pada level 433,16, terkoreksi sebesar 2,03 persen (mtm) atau 1,74 persen secara year to date (ytd).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Seiring peningkatan persepsi risiko akibat terjadinya ketidakpastian global, investor non residen membukukan net sell di pasar SBN (Surat Berharga Negara) sebesar Rp 21,80 triliun (mtm),” terangnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)