Pramono soal Baliho Film ‘Aku Harus Mati’ Dicopot: Iklan Sensitif Tak Boleh Terulang

liputan6.com
13 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencopot baliho promosi film 'Aku Harus Mati' setelah menuai keluhan masyarakat. Baliho tersebut dinilai mengganggu psikologis, terutama bagi anak-anak dan remaja yang melintas di jalan.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, penertiban baliho yang ada di ruang publik Jakarta dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait.

Advertisement

BACA JUGA: 72 Siswa di Jaktim Dirawat Akibat Diduga Keracunan MBG, Pramono: Kondisi Sudah Mulai Stabil

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan KPI DKI Jakarta dan Satpol PP dan termasuk biro iklan, baliho tersebut sudah kami turunkan,” kata Pramono di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Dia menyebut, pemasangan iklan yang bersifat sensitif dan berpotensi menimbulkan dampak psikologis tidak boleh kembali terjadi di ruang publik Jakarta.

“Tetapi yang prinsipnya adalah ini tidak boleh terulang kembali, yang seperti-seperti ini hanya untuk menarik publik kemudian memasang iklan yang sensitif dan ini berdampak bagi masyarakat, maka ini tidak boleh terulang kembali,” ucap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DKI kemarin, banner film horor dicopot hingga Lebaran Betawi 2026
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Dituding Jadi Penyebab Sienna Lepas Hijab, Ben Kasyafani Pasang Badan Bela Marshanda
• 11 jam lalugrid.id
thumb
OJK Pastikan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Nasional Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Hari Pertama TKA SMP, Mendikdasmen Warning Soal Kejujuran
• 16 jam laludisway.id
thumb
Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan 4 Orang, Begini Usaha Evakuasi Korban | SAPA MALAM
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.