FAJAR, JAKARTA – Genderang perang menuju supremasi sepak bola Asia Tenggara mulai ditabuh. Pasca merampungkan agenda FIFA Series, Timnas Indonesia kini mengalihkan radar pada dua agenda raksasa yang sudah di depan mata: FIFA Matchday Juni dan Piala AFF 2026. Di Piala AFF Pelatih Timnas John Herdman tidak bisa menurunkan pemain aboad. Lantas, bisa apa Herdman tanpa pemain aboard?
Menariknya, pelatih kepala John Herdman dikabarkan enggan membuang waktu. Pelatih bertangan dingin asal Inggris tersebut berencana tancap gas menggelar seleksi pemain pada Mei mendatang.
Langkah cepat ini diambil guna menyaring pilar-pilar terbaik demi memutus kutukan spesialis runner-up Indonesia di ajang antarnegara ASEAN tersebut.
Informasi mengenai jadwal padat Skuad Garuda ini dibeberkan oleh pengamat sepak bola senior, Ronny Pangemanan, melalui kanal YouTube pribadinya, Bung Ropan.
“Fokus kini dialihkan ke FIFA Matchday tanggal 1 sampai 9 Juni. Setelah itu, hanya berselang sebulan, timnas harus bersiap menghadapi Piala AFF yang berlangsung 24 Juli hingga 26 Agustus. Jadwalnya sangat berdekatan,” ungkap Bung Ropan.
Antisipasi Absennya Bintang Eropa
Persoalan klasik kembali menghantui persiapan Merah Putih. Terdapat perbedaan komposisi pemain yang mencolok antara FIFA Matchday dan Piala AFF. Pada laga resmi FIFA Juni nanti, Indonesia dipastikan tampil dengan kekuatan penuh (full team).
“Di FIFA Matchday, Jay Idzes dan kawan-kawan seperti Emil Audero, Kevin Diks, Maarten Paes, hingga Ole Romeny dipastikan bisa main,” ujar Ropan.
Namun, peta kekuatan diprediksi berubah total saat memasuki Piala AFF. Karena turnamen ini tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, klub-klub di Benua Biru kemungkinan besar tidak akan melepas pemain abroad atau diaspora mereka.
“Pasti John Herdman akan memprioritaskan pemain-pemain lokal yang bermain di Liga Super. Pemain yang merumput di Eropa sulit mendapatkan izin karena bukan agenda FIFA,” tegasnya.
Optimisme di Tengah Keterbatasan
Meski terancam tampil tanpa “Geng Eropa”, optimisme di kubu Herdman tetap membubung tinggi. Modal berharga telah dikantongi eks pelatih Timnas Kanada itu setelah hasil impresif di FIFA Series melawan Saint Kitts and Nevis serta Bulgaria.
Indonesia tentu tidak ingin lagi hanya menjadi pelengkap turnamen sejak edisi perdana 1996. Kekuatan domestik akan menjadi tulang punggung utama dalam meramu taktik.
Bung Ropan memprediksi beberapa nama beken di liga domestik dan pemain naturalisasi yang bermain di Asia/Lokal akan menjadi tumpuan.
“Nama-nama seperti Thom Haye dan Eliano Reijnders diprediksi akan masuk skuad AFF. Termasuk Shayne Pattynama yang kini membela Persija Jakarta. Selain itu, pilar lokal seperti Beckham Putra hingga Marc Klok juga berpotensi besar mengisi pos krusial,” tutup Ropan.
Kini, publik menanti tangan dingin John Herdman. Mampukah ia meracik komposisi pemain Liga Super menjadi tim mematikan yang sanggup mengangkat trofi Piala AFF untuk pertama kalinya sepanjang sejarah? (*)





