Meski Melonjak, Bahlil Tegaskan Harga Avtur RI Masih Kompetitif

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berpandangan harga avtur di Indonesia masih kompetitif dibandingkan dengan negara lain di kawasan, meskipun harga bahan bakar sektor penerbangan itu mengalami kenaikan terdampak dinamika di pasar global.

Menteri ESDM Bahlil menyebut Pertamina telah melakukan penyesuaian harga avtur. Meski demikian, dia menilai tingkat harga tersebut masih relatif lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain, terutama di kawasan Asia Tenggara.

“Memang ada kenaikan dari Pertamina, tetapi kenaikan itu dibandingkan dengan harga avtur di negara lain khususnya tetangga, itu kita masih jauh lebih kompetitif,” katanya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (6/4/2026).

Dia mengatakan, harga avtur pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar karena berkaitan langsung dengan aktivitas penerbangan internasional yang juga dilayani di bandara-bandara Indonesia.

Dia mengatakan pergerakan harga avtur tidak dapat dilepaskan dari dinamika pasar energi global. Hal tersebut terutama karena avtur juga digunakan oleh maskapai internasional yang melakukan pengisian bahan bakar di Indonesia.

“Harga avtur memang ini kan adalah harga pasar, dan otomatis karena ini juga melayani pengisian avtur global, pesawat-pesawat dari luar negeri yang masuk, maka mekanisme pasar yang terjadi adalah mekanisme pasar,” ujarnya. 

Baca Juga

  • Konsumsi BBM Naik 19% dan Avtur 13% di Jatim pada Periode Lebaran
  • Momentum Percepat Bioavtur ketika Harga Avtur Melonjak 70%,
  • Mewaspadai Kenaikan Harga Avtur dan Tekanan ke Maskapai Lokal

PT Pertamina (Persero) sebagai penyedia avtur penerbangan nasional merilis harga terbaru yang berlaku untuk 1–30 April 2026. Untuk domestik, harga avtur terpantau naik rata-rata 70% dibandingkan dengan harga Maret 2026, sedangkan untuk internasional naik 80% (berbeda tiap bandara).

Sebagai contoh, untuk Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK), harga avtur domestik per 1–31 Maret 2026 adalah Rp13.656,51 per liter, sedangkan pada periode 1–30 April 2026 harganya naik menjadi Rp23.551,08 per liter. Artinya, terdapat lonjakan hingga Rp9.894,57 per liter atau sekitar 72,45% secara bulanan (month-to-month/mtm).  

Bahkan, jika dibandingkan dengan harga avtur domestik rata-rata pada 2019 atau pada saat tarif batas atas (TBA) mulai diberlakukan, yaitu Rp7.970, maka kenaikannya mencapai 195%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Ingatkan Kemarau 2026 Lebih Kering, El Nino Berpotensi Muncul
• 14 jam laluokezone.com
thumb
ASEAN IP Leaders Retreat 2026 Digelar di Bali, Perkuat Implementasi Rencana Aksi KI Regional
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ketua MPR Ahmad Muzani dan Haedar Nashir Bahas Geopolitik Global serta Persatuan Bangsa
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Biaya Kuliah UKT UI Jalur SNBP dan SNBT 2026, Jurusan Teknik Paling Mahal Rp19 Juta
• 9 jam laludisway.id
thumb
KI DKI sebut tren keterbukaan informasi mulai jadi budaya
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.