Pemadaman internet di Iran yang berlangsung sejak serangan AS–Israel pada 28 Februari 2026 menjadi yang terlama dalam sejarah, Minggu (5/4).
“Pemadaman internet di Iran kini menjadi pemadaman internet skala nasional terlama yang pernah tercatat di negara mana pun, melampaui semua insiden serupa lainnya dalam hal tingkat keparahan. Saat ini telah memasuki hari ke-37 berturut-turut atau sekitar 864 jam,” kata NetBlocks dalam sebuah unggahan di X, seperti dikutip dari AFP.
Mereka menjelaskan, beberapa negara lain memang pernah mengalami pemadaman internet dalam jangka waktu lebih lama, tetapi hanya dalam skala regional.
NetBlocks juga menyebut situasi internet di Korea Utara tidak tercatat karena negara tersebut tidak terhubung dengan internet global.
Sejumlah warga Iran yang diwawancarai AFP mengaku pemadaman internet menyebabkan kesulitan besar dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami terus-menerus mencari cara untuk terhubung kembali, hanya untuk dapat mendengar berita yang dapat diandalkan,” kata seorang wanita berusia 47 tahun di kota Isfahan, Iran bagian tengah.
“Tanpa internet rasanya seperti tanpa oksigen bagi saya. Saya merasa terjebak dan sesak napas,” kata seorang pria berusia 53 tahun di Teheran.
Meski akses internet dibatasi, warga Iran diduga menggunakan VPN sejak konflik pecah. VPN tersebut digunakan, antara lain, untuk saling memperingatkan terkait penangkapan atau pemenjaraan warga.
Sebelum konflik ini, Iran juga pernah mengalami pemadaman internet selama 18 hari pada Januari lalu, saat protes anti-pemerintah pecah di awal tahun.





